Oknum ASN Pemkot Malang Diduga Lakukan Penipuan, Inspektorat Sebut Belum Ada Laporan

Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

BATUTIMES - Berkaitan dengan kabar salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Malang di lingkungan kerja Kecamatan Blimbing yang diduga melakukan penipuan, inspektorat Pemkot Malang mengaku belum mendapat laporan secara langsung. Sampai sekarang, laporan tersebut dikatakan belum masuk dalam data register.

Inspektorat Pembantu (Irban) Wilayah III Inspektorat Kota Malang Eko Dyah menyampaikan, laporan berkaitan dengan tindak pidana penipuan yang melibatkan ASN bernama Nanang Purwoaji belum ia terima. Namun tertanggal 5 Agustus 2019 lalu, pihaknya mendapat surat tembusan atas tindakan indisipliner yang dilakukan Nanang Purwoaji.

"Untuk laporan tindakan hukum dan dugaan penipuan belum masuk ke data register. Namun untuk tindakan indisipliner dengan nama Nanang Purwoaji sudah masuk sejak 5 Agustus lalu," katanya saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (13/8/2019).

Menurutnya, laporan tersebut berkaitan dengan pelanggaran yang ia lakukan lantaran tidak masuk kerja selama lima hari tanpa ada keterangan pasti, alias bolos. Sehingga, pihak yang bersangkutan dilaporkan untuk mendapat tindakan disipliner sebagaimana ketentuan yang dimuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

"Dan surat yang diberikan kepada inspektorat untuk tidak masuk kerja itu sifatnya adalah pemberitahuan saja. Karena inspektorat bisa melakukan tindakan ketika pelanggaran yang dilakukan tergolong berat. Sehingga akan ada tim gabungan untuk melakukan penyelidikan," jelasnya.

Sementara ketika disinggung apakah dugaan penipuan tersebut termasuk dalam pelanggaran berat sebagaimana tata tertib ASN, perempuan berhijab itu belum dapat memastikan. Karena sejauh ini, pihaknya belum mendapat lampiran secara resmi. Sehingga tidak dapat memberi kesimpulan sejak dini.

"Karena belum ada laporan kami belum bisa menentukan itu berat atau tidak. Karena setiap laporan yang masuk melewati beberapa prosedur untuk bisa menentukam itu termasuk pelanggaran berat atau bukan," imbuhnya.

Sebelumnya, diberitakan jika seorang ASN di lingkungan kerja kantor Kecamatan Blimbing Nanang Purwoaji melakukan penipuan dengan dalih CPNS. Korban diketahui seorang pemuda lulusan salah satu SMK di Malang berasal dari Pakisaji, Kabupaten Malang. Pria berinisial KS ini menyampaikan jika ia sudah menyerahkan uang sebesar Rp 75 juta dalam tiga kali periode untuk bisa menjadi honorer di Kantor Satpol PP Kota Malang.

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : A Yahya
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->