Buka KSM Jatim, Dirjen Pendis Sebut Madrasah di Indonesia Paling Modern di Dunia

Dirjen Pendis Kemenag RI Prof Dr Phil H. Kamaruddin Amin MA saat membuka KSM Jawa Timur 2019. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Dirjen Pendis Kemenag RI Prof Dr Phil H. Kamaruddin Amin MA saat membuka KSM Jawa Timur 2019. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

BATUTIMES - Di negara-negara muslim seperti Pakistan, Bangladesh, atau bahkan India, madrasah merupakan lembaga pendidikan yang tradisional. Di sana, madrasah mempunyai konotasi lembaga pendidikan nonformal.

Berbeda dengan Indonesia, madrasah adalah lembaga pendidikan yang modern. Bahkan, paling modern di seluruh dunia.

Hal ini dinyatakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Dirjen Pendis Kemenag) RI Prof Dr Phil H. Kamaruddin Amin MA dalam sambutannya saat pembukaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2019, Rabu (14/8/2019).

"Kalau kita di Indonesia, madrasah ini adalah madrasah yang sangat modern dan paling modern karena kurikulumnya 100 persen public school, 100 persen Kementerian Agama. Jadi, saya menyebutnya sebagai lembaga pendidikan madrasah paling modern di dunia," ujarnya.

Saat ini terdapat 10 juta anak Indonesia yang belajar di madrasah. Maka dari itu, Indonesia punya harapan besar terhadap madrasah.

Dikatakan Kamaruddin, bangsa Indonesia mengharapkan lembaga pendidikan yang bernama pendidikan Islam, khususnya madrasah, agar bisa berkontribusi secara fundamental, signifikan, dan esensial untuk meningkatkan daya saing bangsa.

"Dengan kata lain, daya saing bangsa kita di Indonesia yang sangat besar ini sangat ditentukan oleh kontribusi pendidikan Islam, khususnya pendidikan madrasah karena kita sangat besar sekali," jelasnya.

Nasib Indonesia ke depan, menurut Kamaruddin, sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan khususnya madrasah.

Pendidikan madrasah adalah salah satu lembaga pendidikan yang paling strategis, powerful, dan efektif untuk membentuk generasi-generasi Indonesia yang siap menghadapi era revolusi industri, tantangan globalisasi, dan kompetisi global.

Kamaruddin mengucap terima kasih kepada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur atas terselenggaranya KSM. Bagi dia, KSM ini akan berfungsi instrumental untuk mencetak generasi-generasi bangsa di masa yang akan datang.

"Kita tunggu anak-anak kita untuk bertemu di KSM nasional. Bahkan kita harapkan anak-anak kita dikirim untuk mengikuti olimpiade internasional di berbagai negara dalam berbagai bidang studi," pungkas nya.

 

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->