Saham Kepemilikan Kereta Gantung Murni Masyarakat Kota Batu seperti Selecta

Kereta gantung di Taman Mini Indonesia Indah. (Foto: istimewa)
Kereta gantung di Taman Mini Indonesia Indah. (Foto: istimewa)

BATUTIMES - Rencana Pemkot Batu menghadirkan kereta gantung yang sebelumnya bakal mengandalkan pada investor kini berubah. Keterlibatan dana masyarakat kini menjadi fokus utamanya. 

“Ya memang tadinya kan kita sudah ada investor nih, tapi di sini masyarakat bilang mau berperan punya saham,” kata Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Ia menambahkan pembangunan kereta gantung itu dimodali masyarakat Kota Batu. Dana masyarakat itu layaknya saham.

Dewanti mencontoh taman rekreasi Selecta, di mana tempat wisata tersebut dimiliki oleh masyarakat sekitar. 

“Ya seperti Selecta begitulah, saham perlembarnya Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta,” imbuhnya.

Nantinya dengan kepemilihan saham itu lanjut Dewanti, masyarakat bisa menikmati keuntungannya setiap tahun. 

Menurutnya dengan perubahan ini Kota Batu akan menjadi kota satu-satunya yang membangunan sarana dan prasarana di kota dengan sumber dana masyarakat.

“Itu yang diminta presiden, jangan hanya memakai APBD atau APBN,” jelas istri mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko ini. 

Saat ini proses kereta gantung ini sudah sampai pada melengkapi persayaratan regulasi.

“Bangun kereta gantung ini kayak kereta api. Pembangunana cuman sebentar. Yang lama menyiapkan regulasi,” tutupnya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->