Wali Kota Batu Bikin Jenang Suro Bareng Warga Songgoriti

Wali Kota Batu saat mengaduk jenang di  pelataran Candi Supo Songgoriti, Minggu (1/9/2019) malam.
Wali Kota Batu saat mengaduk jenang di  pelataran Candi Supo Songgoriti, Minggu (1/9/2019) malam.

BATUTIMES - Pembuatan jenang Suro bareng sudah menjadi kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan warga Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. Pembuatan jenang Suro pun selalu digelar di area pelataran Candi Supo Songgoriti, Minggu (12/9/2019) malam.

Pembuatan jenang diikuti puluhan warga. Mereka berkumpul bersama, bahu-membahu membuat jenang Suro. 

Tahun ini, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko juga ikut hadir mengaduk jenang Suro bersama Lurah Songgokerto Dian Saraswati. Tanpa ragu mereka pun langsung menggunakan pengaduk yang terbuat kayu.

Sebelum membuat jenang, diawali dengan pembacaan doa terlebih dahulu. Sebelumnya bahan-bahan untuk membuat jenang Suro sudah disiapkan. 

Sehingga usai membacakan doa, Dewanti bersama warga  mulai mengaduk jenang dan memasukkan bahan-bahan yang berasal dari hasil bumi. Antara lain kelapa 34 buah, kelapa muda empat buah, beras 17 kilogram, dan kacang tanah dua kilogram. Semuanya perlahan dimasukkan sambil mengucap doa.

Mereka bahu-membahu secara bergantian mengaduk jenang yang dimasak dalam tungku menggunakan bakar kayu. Kemudian warga mengaduk dengan menggunakan pengaduk berbahan bambu. Panjangnya satu meter. 

Karena jenang ini dibuat dengan jumlah yang cukup banyak, cukup berat ketika mengaduk. Sehingga sewaktu-waktu warganya bergiliran untuk mengaduk hingga matang. Apalagi  proses mengaduk tidak boleh berhenti, kurang lebih selama empat hingga lima jam. 

Jenang yang sudah matang itu siap disantap oleh warga dan dipersembahkan di Candi Supo Songgoriti. Pendamping makan jenang ini sudah dipersiapkan seperti perkedel, kering tempe, dan telur dadar.

 Dewanti mengatakan, kegiatan ini adalah upaya untuk melestarikan budaya yang ada di Dusun Songgoriti agar tidak hilang setiap 1 Suro.  “Dan memang jenang ini khusus dibuat saat merayakan 1 Suro yang digelar di pelataran Candi Supo Songgoriti,” ungkap Dewanti. 

Selain itu, pembuatan jenang tersebut sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. “Sebagai wujud terima kasih kepada Allah SWT. Sudah diberi kehidupan hingga Suro,” imbuhnya.

Tradisi ini juga jadi salah satu cara membuat warga Songgoriti lebih guyub dan  lebih kompak membangun Dusun Songgoriti menjadi daerah yang terus maju di bidang wisata dan sebagainya. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->