Sukses Tekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran, Gubernur Jatim Jadikan Kota Batu Pilot Project

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wali Kota Batu di Hotel Club Bunga Kota Batu, Selasa (3/9/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wali Kota Batu di Hotel Club Bunga Kota Batu, Selasa (3/9/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Kota Batu sukses dalam pemerataan kesejahteraan masyarakat dengan menekan angka kemiskinan dan pengangguran. Karena itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadikan Kota Batu sebagai pilot project di Jawa Timur, Selasa (3/9/2019).

“Suksesnya Kota Batu dalam pemerataan kesejahteraan, mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan sehingga bisa jadi model atau pilot project di Jawa Timur,” kata Khofifah di Hotel Club Bunga Kota Batu.

Ia mengatakan, angka pengangguran di Kota Batu terendah di Jawa Timur. Tidak hanya angka pengangguran, tapi juga kemiskinan. “Kota Batu ini angka penganggurannya terendah, karena apa? Karena wisata di sini bermuculan,” imbuhnya saat membuka rapat koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD).

Dengan hadirnya pertumbuhan wisata itu tentunya mampu mendorong angka pengangguran bisa berkurang. Terlebih jika itu muncul di setiap daerah.

“Kalau di Kota Batu setiap munculnya wisata baru, pasti mendahulukan warga lokal untuk bekerja di tempat wisata itu. Sehingga mengurangi angka pengangguran,” imbuhnya. 

“Saat sektor riil bergerak, pergerakan membuat pertumbuhan ekonomi. Jadi ketika yang biasanya produksi itu jarang, sehingga hadirnya wisata itu jadi setiap hari memproduksi,” jelas Mantan Menteri Sosial RI ini.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Batu berkisar 3,89 persen. Jumlah tersebut terus berkurang dari tahun-tahun sebelumnya.

“Hal ini salah satu upaya Pemkot Batu memberikan pendampingan. Mulai dari adanya menyediakan lapangan pekerjaan, dan sebagainya,” ungkap Dewanti.

Hadirnya tempat wisata itu berimbas dengan kreativitas masyarakat untuk membuka lapangan pekerjaan. Kegiatan usaha juga berkembang. Saat ini juga banyak bermunculan kegiatan usaha baru.

Tidak hanya itu saja, dengan memanfaatkan Alokasi Dana Desa dan Dana Desa diperuntukkan untuk desa mampu mengurangi angka kemiskinan di 19 desa Kota Batu. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->