Tolak Kekerasan Ospek, Khofifah Minta Maba Diberi Perlakuan Setara

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

BATUTIMES - Topik mengenai ospek memang menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Terlebih lagi usai kasus perpeloncoan yang dilakukan oleh mahasiswa senior Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Maluku Utara, kepada maba (mahasiswa baru).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun menolak adanya kekerasan dalam kegiatan ospek. Bahkan, gubernur menegaskan, dalam ospek, maba harus diberi equal treatment atau perlakuan yang setara.

"Saya mohon kita bisa mengikuti bersama dengan suasana yang juga lebih memberikan equal treatment. Jadi, equality di antara seluruh mahasiswa. Apakah yang mahasiswa baru ataukah yang senior, rasanya kita harus membangun equality di antara mereka," ungkapnya.

Terkait dengan kasus perpeloncoan, Khofifah memohon kepada semua pihak untuk menjauhkan ospek dari penggunaan kekerasan. Entah itu kekerasan fisik maupun verbal.

"Saya mohon kepada semua pihak, jauhkan dari kemungkinan penggunaan kekerasan. Kekerasan itu tidak hanya fisik, tapi juga kalimat, kata-kata," tandasnya.

Gubernur meminta adanya sikap sopan santun, berkarakter, dan integritas pada masing-masing diri di antara para senior dan junior.

Lantas, di mana letak senioritas menurut Khofifah? Dia membeberkan, senioritas adalah bagian dari proses saat  junior akan mendapatkan pendalaman keilmuan dan pengalaman dari para senior. Juga, bagaimana kemudian para senior menempatkan juniornya.

"Yang junior menghormati yang senior. yang senior menyayangi yang junior. Format-format seperti ini harus kita bangun dalam kehidupan yang penuh harmoni," pungkasnya.

 

 

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->