UAS Kaitkan Demam K-Pop dengan Kafir, Warganet Bereaksi Keras

UAS kembali menyampaikan jawaban terkait demam K-Pop yang membuat warganet bereaksi keras.
UAS kembali menyampaikan jawaban terkait demam K-Pop yang membuat warganet bereaksi keras.

Budaya Korea atau K-Pop, baik tarian, musik maupun film, benar-benar telah menyihir masyarakat Indonesia. Menjadi demam dan mewabah pada generasi muda Indonesia yang mengidolakan serta memuja para artis Korea.

Demam K-Pop tersebut akhirnya ditanyakan seorang jemaah pengajian Ustad Abdul Somad (UAS). Jemaah itu mempertanyakan hukum menggemari dan menyukai film-film Korea.

UAS pun menjawab dengan tegas pertanyaan itu seperti ciri khasnya yang blak-blakan. Dalam sebuah video yang kini sedang viral di media sosial (medsos) serta mendapat tanggapan terbilang luas dari warganet, UAS mengatakan, orang Korea itu kafir, tak sunat, tak mandi wajib, berzina kerjanya.

"Jangan suka sama orang kafir. Siapa yang suka kepada orang kafir, maka dia bagian dari kafir itu. Condong hatinya kepada orang kafir," jawab UAS.

Tidak berhenti di situ. UAS pun mengatakan bahwa apa yang sering didengar dan tonton, itu yang akan datang saat sakaratul maut. "Jangan ditonton lagi itu sinetron-sinetron Korea. Rusak. Nanti apa yang kita tonton akan datang pada sakaratul maut. Saat kita sekarat, datanglah artis-artis Korea, Sanjay Dutt, Amitabh Bachchan. Datang semua," ujarnya, lalu  memberikan saran agar masyarakat menonton qori untuk laki-laki serta qoriah untuk perempuan.

Jawaba UAS atas pertanyaan menyukai film-film Korea dalam video berdurasi 1:45 detik itu ternyata mendapat reaksi keras warganet. Termasuk seorang perancang sepatu kenamaan dari Bali bernama Niluh Putu Ary Pertami Djelantik atau yang lebih dikenal dengan nama Niluh Djelantik. Dia mengomentari pernyataan UAS di akun medsos Instagram-nya terkait penyebutan artis Bollywood dalam tema film Korea.

"Baru tahu Amitabh Bachchan maen pilem Korea. Yang demen nonton pilem Korea, neh dengerin abang tampan dengan kegantengan paripurna cetar membahana sedang menyampaikan rasa cinta pada sesama. Kata anakku @amik.dwiokta, Mak, jiwa-jiwa saranghaeku bergejolak. Op Op Op Oppa Gangnam Style," tulis Niluh yang juga meng-upload video ceramah UAS.

Komentar Niluh tersebut ternyata mengundang respons banyak warganet. Rata-rata warganet menyayangkan jawaban UAS terkait hobi menonton film Korea ataupun mengidolakan artisnya. Bahkan, banyak warganet penyuka K-Pop protes keras dan merundung UAS atas hal itu.

@padepokhan_vespa, misalnya. "Mendengar ceramahnya seperti ini, kenapa ya saya lebih bangga menjadi kafir," ujarnya.

Begitu pula @ayas_yantiashri. "Masa sih? Saya muslim, solat iya, ngaji iya, zakat iya, sodaqoh iya. Nonton film barat iya, nonton film Korea iya, film India dan Indonesia juga iya. Dengar musik seluruh dunia juga iya...pahala saya untuk diri saya sendiri. Dosa saya yang tanggung saya sendiri. Salahnya dimana?" tulisnya atas jawaban UAS terkait kesukaan nonton film Koreo adalah bagian dari menyukai orang kafir dan akan menjadi bagian dari kafir.

@yulie_0704 pun bereaksi keras dengan menuliskan, "Wakil Tuhan lagi ngomong...eh kalau yang doyan kawin pas mau matinya bagaimana ya?"

Banyak lagi rundingan dari warganet kepada UAS terkait hal tersebut. Namun, sebagian warganet lainnya juga ada yang balik mengomentari tulisan Niluh terkait kritiknya pada UAS yang dianggap tidak berimbang. 

Akun funko27 menuliskan, seharusnya Niluh sebagai figur publik memberikan contoh baik kepada masyarakat atas kritikannya kepada UAS dengan cara berimbang.

"...jika mbok @niluhdjelantik bisa share konten video UAS yang dianggap negatif oleh sebagian orang, alangkah baiknya mbok juga share konten video positifnya...".

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->