Bukan Wali Kota Malang, Ini Sosok Pria yang Viral lantaran Cium Kaki Putra Putri Papua

Screenshot Facebook
Screenshot Facebook

BATUTIMES - Viralnya sebuah video berdurasi singkat tentang Papua di media sosial sejak Sabtu (7/9/2019) memang masih menyisakan pertanyaan sampai sekarang. Sebab, sosok pria yang disebut pengunggah video sebagai wali kota Malang itu memiliki perawakan yang sangat jauh berbeda dengan Wali Kota Malang Sutiaji.

Setelah ditelusuri lebih jauh, pria dalam video yang tampak memeluk dan mencium kaki putra putri Papua itu lebih mirip Ketua Pembina dan Penanggung Jawab Tunggal Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Haidar Alwi. Selain itu, background banner yang ada dalam video tersebut samar menunjukkan sebuah acara yang dihadiri Haidar Alwi pada Rabu (4/9/2019) di Hotel Mega Proklamasi Jakarta.

Dalam beberapa pemberitaan, disebutkan bahwa saat itu tengah diadakan temu Wicara Gerakan Perempuan Pendukung Kerukunan dan Perdamaian bersama Aliansi Relawan Jokowi (ARJ). Pendukung kuat lainnya adalah kehadirian beberapa sosok perempuan yang mengenakan baju adat Sumatera Barat yang juga tampak terharu dan turut memeluk putra putri Papua yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua Pembina dan Penanggungjawab tunggal Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Haidar Alwi (tengah) saat hadir dalam temu Wicara Gerakan Perempuan Pendukung Kerukunan dan Perdamaian bersama Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) di Hotel Mega Proklamasi, Rabu (4/9/2019) (Foto Sumber: Kongkrit.com). Banner yang ada di belakang kegiatan tersebut mirip dengan background banner video yang ramai dan viral di media sosial dan disebut sebagai vido permintaan maaf Wlai Kota Malang Sutiaji kepada putera dan puteri Papua.

Sementara itu, dilansir dari Jakarta24Jam, Ketua Pembina dan Penanggung Jawab Tunggal Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Haidar Alwi menyampaikan bahwa dia sangat menyesalkan konflik yang terjadi di Papua belum lama ini. Ia bahkan berstatemen rela mencium kaki rakyat Papua dan rela mempersembahkan nyawanya demi kerukunan serta keutuhan NKRI.

Haidar menyampaikan, masalah terbesar bangsa Indonesia saat ini adalah adanya krisis keteladanan dan krisis implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai modal terpenting bangsa Indonesia. "Tak dipungkiri, saat ini kita krisis pemimpin autentik yang menyatu antara kata dan perbuatan," katanya sebagaimana dilansir dari Jakarta24Jam.

Sementara itu, sebelumnya telah viral sebuah video berdurasi singkat yang diunggah akun Rudi Taryanto di Facebook pada Sabtu (7/9/2019). Dalam keterangan video itu, pemilik akun menyampaikan bahwa video tersebut merupakan permintaan maaf wali kota Malang kepada putra dan putri Papua.

Namun video itu segera dibantah oleh warganet yang mengenal sosok Wali Kota Malamg Sutiaji. Sebagian besar warganet bahkan menyertakan foto Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan pendapatnya di kolom komentar. 

Sampai saat ini, video tersebut telah banyak mendapat respons publik. Setidaknya ada lebih dari dua ribu komentar yang nangkring hingga Minggu (8/9/2019) siang.

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->