Wanita Cabuli Gadis, Mawar Terancam 5 Tahun Penjara

Kapolres saat menasehati Mawar (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Kapolres saat menasehati Mawar (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

BATUTIMES - Polres Tulungagung mengungkap pencabulan sesama jenis terhadap anak-anak. Adalah Mawar (pr,18) ditangkap saat mencabuli salah satu siswa menengah atas, Melati (pr,16) di salah satu penginapan di Tulungagung.

Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar membenarkan adanya informasi itu. Awalnya pihak kepolsian pada Bulan Agustus 2019, penyidik Polsek Kota Tulungagung memperoleh informasi adanya anak perempuan yang menjadi korban pencabulan. Setelah mendapatkan informasi ini, penyidik melanjutkan penyelidikan bersama unit PPA Polres Tulungagung. “Korban dan diduga tersangka pernah menginap di salah satu penginapan sekali, kemudian didapat informasi kembali pada 8 September melakukan chek in kembali di salah satu hotel yang sama,”ujar Kapolres.

Mendapat informasi itu, pada hari Senin (9/9/19) sekitar pukul 06.30 dilakukan penggerebekan di hotel tersebut, dan didapatkan keduanya dalam satu kamar yang sama. Saat digerebek, korban tidak mengenakan pakaian. “Dari keterangan yang diperoleh ditemukan bekas-bekas tindakan cabul pada korban yang dilakukan oleh tersangka,” terang Kapolres.

Dari lokasi diamankan sejumlah barang bukti berupa sprei, bil hotel dan pakaian dalam korban.  Tak terima anaknya dicabuli, orangtua Melati melaporkan hal itu ke pihak berwajib.

Tersangka dijerat dengan pasal 76E jo 82 ayat 1 UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Saat disinggung adanya perubahan orientasi seksnya, Mawar mengatakan sudah sejak kelas X. dalam hubungan sesama jenis ini, Mawar bertindak sebagai laki-laki, sedang korban sebagai wanita. Antara korban dan terangka sudah saling kenal sejak SMP. Korban merupakan adik kelas tersangka semasa SMP. “Sudah kenal sejak SMP, dia (melati) adik kelas saya,” ujar Mawar.

Bungsu dari 4 bersaudara itu menjelaskan merasa nyaman dengan korban. Mereka sudah menjalin hubungan sejak awal Juli 2019 lalu. Mawar sendiri mengaku jarang bersosialisasi dengan warga di sekitar rumahnya. Selepas pulang sekolah Mawar lebih sering main game online. Mawar mengelak jika selama ini kurang perhatian dari kedua orang tuanya yang sehari-hari bekerja sebagai ASN di Pemkab Tulungagung.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : A Yahya
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->