Desa Tapan jadi Percontohan Nasional Kebudayaan, Ini Harapan Bupati Tulungagung

Bupati Tulungagung (batik coklat) memberikan gunungan tanda dimulainya gelaran wayang jkulit pada dalang dalam penutupan rangkaian kegiatan Desa Pemajuan Kebudayaan (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Bupati Tulungagung (batik coklat) memberikan gunungan tanda dimulainya gelaran wayang jkulit pada dalang dalam penutupan rangkaian kegiatan Desa Pemajuan Kebudayaan (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

BATUTIMES - Desa Tapan di Kecamatan Kedungwaru didaulat sebagai desa berpenghulu kebuidayaan oleh Kementrian Kebudayaan.

Bukan tanpa alasan, Desa yang berbatasan dengan kali Brantas itu sudah menganggarkan dalam DD dan ADD nya untuk pelestarian budaya di desanya.

Desa berpenghulu kebudayaan hanya ada 8 di seluruh Indonesia. Sebagai desa berpenghulu kebudayaan, selama 4 hari berturut-turut sejak tanggal 8 -11 September 2019, Desa Tapan menggelar Desa Pemajuan Kebudayaan dengan aneka pertunjukan seni dan budaya.

Diawali dengan pentas jaranan pada pada hari sabtu. Dilanjutkan dengan sarasehan tentang kebudayaan dan grebeg suro ke situs Setomo Gilang yang diringi barisan tumpeng dan pertunjukan tayub pada hari minggu.

Kemudian pada Senin (10/9/19) dilakukan pelatihan karawitan di SD dan SMP yang ada, dilanjutkan dengan permainan tradisonal. Terakhir pada Selasa rangkaian acara ditutup dengan pagelaran wayang kulit dengan lakon Wisanggeni Krida.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo yang hadir dalam penutupan itu berharap Desa Tapan bisa menjadi percontohan bagi desa lainya di Tulungagung dalam pelestarian budaya.

“Saya harap Desa Tapan bisa menjadi percontohan desa lain di tulungagung yang memasukan pembangunan kebudayaan dalam RPJMDes dan RKPDes, sehingga ada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Maryoto.

Sementara itu Direktur Kesenian Kementrian Kebudayaan, Restu Gunawan mengapresiasi capaian Desa Tapan dalam melestarikan kebudayaan di desanya.

Menurutnya, masyarakat di desa ini sudah mulai menggali potensi yang ada di bidang kebudayaan.

“Anak-anak sudah mulai digerakan, saya rasa ini kemajuan yang luar biasa sebagai desa percontohan,” ujar Restu.

Apalagi dirinya juga mendengar di desa Tapan ada regulasi yang mengatur untuk memajukan objek kebudayaan.

Lantaran menjadi desa percontohan, pada tanggal 12 Oktober mendatang Desa Tapan akan diikutkan dalam Pawai Kebudayaan Pekan Budaya Nasional dengan menampilkan kesenian di daerahya.

Pewarta : Joko Pramono
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->