Pengakuan Istri Siri Anggota DPRD Kabupaten Malang setelah Dituduh Menggelapkan Uang Rp 200 Juta Milik Suaminya

SW (tengah) istri siri KC anggota DPRD Kabupaten Malang saat didampingi kuasa hukumnya ketika melayangkan pengaduan kasus perzinahan ke Polres Malang (Foto : Istimewa)
SW (tengah) istri siri KC anggota DPRD Kabupaten Malang saat didampingi kuasa hukumnya ketika melayangkan pengaduan kasus perzinahan ke Polres Malang (Foto : Istimewa)

BATUTIMES - Sebelum diadukan ke Polres Malang dan Kantor DPC PKB Kabupaten Malang, terkait kasus penyebaran foto bugil dan perzinahan, salah satu anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang yang diketahui berinisial KC, sempat terlebih dahulu melayangkan surat teguran sekaligus somasi terhadap SW (istri sirinya).

Melalui kuasa hukumnya, salah satu politisi PKB ini melampirkan surat teguran yang dia layangkan kepada istri sirinya pada 2 Agustus 2019 lalu.

Dalam surat teguran tersebut, menyatakan jika SW dianggap telah melakukan penipuan dan penggelapan sejumlah uang. 

Akibat perbuatan yang disangkakan terhadap istri sirinya tersebut, SW diminta memgembalikan sejumlah uang yang jika ditotal mencapai Rp 200 juta.

Menanggapi hal ini, SW dengan tegas membantah surat teguran sekaligus somasi yang disampaikan salah satu politisi yang berasal dari Kecamatan Turen tersebut. 

Menurutnya, setelah resmi menikah secara siri SW sempat meminta pertimbangan kepada KC, jika dirinya hendak meminjam uang ke BRI.

”Saya minta pertimbangan kepada dia (KC) untuk meminjam uang ke bank, rencananya uang hasil meminjam dari bank tersebut akan saya gunakan untuk bisnis usaha pasir,” kata SW.

Bukannya mendapat persetujuan, lanjut SW, dirinya malah diberi uang secara cuma-cuma oleh suami sirinya tersebut. 

Saat itu KC memberikan uang senilai Rp 100 juta kepada SW dan disuruh menggunakannya sebagai modal usaha dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

”Semula saya sempat menolak uang pemberian darinya, namun dia (KC) tetap memaksa dan menyuruh saya agar bersedia menerimanya,” terang warga Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang ini.

Sekitar sebulan berselang, usai menerima uang senilai Rp 100 juta itu KC kembali menemui istri sirinya tersebut. 

Ketika menemuinya, salah satu politisi dari partai berlogo kakbah ini sempat memberikan uang senilai puluhan juta terhadap SW.

”Saat itu saya kembali diberi uang sebanyak Rp 90 juta dan terakhir Rp 5 juta. Uang itu saya terima sekitar satu bulan setelah diberi uang Rp 100 juta. Waktu ngasih bilangnya untuk tambahan modal usaha dan mencukupi kebutuhan saya sehari-hari. Uang yang saya terima itu hasil pemberian dia (KC). Ia tidak pernah bilang jika hanya meminjamkan,” ungkap SW.

Namun, pada awal Agustus 2019 lalu, SW justru menerima surat teguran sekaligus somasi agar segera mengembalikan uang Rp 200 juta itu kepada KC. 

Uang ratusan juta tersebut diakui KC sebagai uang yang dipinjam kepada SW. 

Jika tidak segera mengembalikan sejumlah uang yang disampaikan dalam surat teguran tersebut, KC tidak segan-segan akan membawa kasusnya ke ranah hukum dengan dugaan kasus penipuan dan penggelapan sejumlah uang.

SW yang merasa tersudutkan, akhirnya melakukan serangan balik dengan cara melayangkan surat pengaduan yang disampaikan ke Polres Malang dan kantor DPC PKB Kabupaten Malang. 

Dalam pengaduannya tersebut, SW menganggap jika KC telah menyebarkan foto bugilnya dan kasus perzinahan.

”Sepengetahuan saya, foto itu diambil oleh KC saat saya diajak kunjungan kerja dewan di wilayah Kabupaten Kediri. Saat itu saya diajak menginap di sebuah hotel yang ada di Kediri, ketika di foto saya tidak sadar. Begitu tahu kalau dia memgambil foto secara diam-diam, saya menyuruh dia agar segera menghapus foto (bugil) tersebut,” ujar SW.

Seperti diberitakan, SW dan KC ini mulai saling mengenal sejak awal bulan Maret 2018 lalu.

Seiring berjalannya waktu, hubungan keduanya semakin dekat. 

Hingga akhirnya sekitar akhir Maret 2018 keduanya sempat menginap di salah satu hotel yang ada di wilayah Surabaya. 

Di sana keduanya juga sempat melakukan hubungan badan selayaknya suami istri.

Sejak saat itu, hubungan tersebut terus berlanjut. 

Hingga akhirnya pada  9 Agustus 2019, SW dan KC memutuskan untuk menikah secara siri.

Pernikahan tersebut berlangsung di wilayah Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Sekitar satu tahun berstatus suami istri secara siri, hubungan keduanya akhirnya diketahui oleh istri pertama KC. Dia adalah EW (inisial).

Mengetahui jika suaminya main belakang dengan wanita lain EW akhirnya nekat melabrak istri siri dari suaminya tersebut.

Tidak hanya memarahi dan memaki, EW juga menunjukkan foto bugil SW yang diakuinya didapatkan dari handphone KC, suaminya.

Mendapat atensi untuk menjauhi pria beristri tersebut, SW akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan KC.

Bahkan, saat diajak bertemu dan berhubungan badan, SW selalu menolaknya. 

Mungkin karena sakit hati, KC akhirnya melayangkan surat somasi dan mengancam akan melaporkan SW dengan kasus penipuan dan penggelapan.

”Sejak kejadian itu (dilabrak istri pertama KC), saya selalu menghindar setiap diajak bertemu dan berhubungan badan. Meskipun sempat dijanjikan akan dinikahi secara resmi, saya tetap menghindar. Bahkan dia (KC) sempat mengatakan jika akan mengajak saya berangkat umroh, dibelikan rumah, serta dinafkahi secara rutin. Tapi saya tetap menolaknya,” tutup SW.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->