Pacu Kredit UMKM, BPR Tugu Artha Dapat Penyertaan Modal Rp 1,5 Miliar Lewat PAK

Petugas tengah melayani nasabah BPR Tugu Artha Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Petugas tengah melayani nasabah BPR Tugu Artha Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

BATUTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali mengucurkan anggaran bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

Bentuknya berupa penyertaan modal yang disalurkan pada Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tugu Artha Malang. 

Melalui mekanisme perubahan anggaran keuangan (PAK), ada anggaran Rp 1,5 miliar yang bisa diakses pelaku UMKM dalam bentuk kredit dengan bunga rendah. 

"Untuk APBD Perubahan ini kami mendapat penyertaan modal Rp 1,5 miliar. Karena di awal tahun anggaran 2019 lalu tidak ada," sebut Direktur PD BPR Tugu Artha Malang Nyimas Nunin Anisah. 

Anggaran itu, diharapkan bisa terserap sepenuhnya hingga akhir tahun anggaran atau Desember 2019 mendatang. 

Sehingga, pihaknya mengimbau agar para pelaku UMKM bisa memanfaatkan waktu yang ada.

"Mekanisme pengajuannya bisa langsung datang. Atau kalau pedagang pasar, bisa juga difasilitasi oleh kepala pasar," sebutnya. 

Menurut Nunin, pemerintah pusat meminta agar bank-bank milik daerah memacu penyaluran kredit bagi pelaku UMKM. 

Hal tersebut menjadi bentuk nyata intervensi pemerintah dalam menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan. 

"Dengan memanfaatkan pinjaman kredit dengan bunga rendah, para pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas usahanya sekaligus menggerakkan perekonomian daerah," terangnya.

Selama ini, lanjut Nunin, serapan dana penyertaan modal dari Pemkot Malang untuk UMKM mencatat kinerja positif. 

Tahun ini merupakan tahun ketiga bank plat merah tersebut menerima suntikan modal dari Pemkot Malang. 

"Pada 2019 ini dapat Rp 1,5 miliar, untuk 2018 lalu juga Rp 1,5 miliar dan terserap habis. Pada 2017 lebih kecil, Rp 1 miliar, habis semua," urai Nunin. 

Menurutnya, pertumbuhan kredit di BPR Tugu Artha Malang meningkat seiring dengan meluasnya layanan untuk kalangan pedagang pasar serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

"Semua (dana penyertaan modal) disalurkan ke nasabah, terutama UMKM," tuturnya. Saat ini, ada sekitar 217 nasabah yang memanfaatkan kredit dari dana penyertaan modal.

Untuk diketahui, BPR Tugu Artha Malang menetapkan bunga bersaing yakni sekitar 9 persen per tahun. 

Dengan pagu pinjaman hingga Rp 50 juta untuk masa pinjaman 2 tahun. 

"Karena kan ini dana yang digunakan adalah dana penyertaan modal dari Pemkot Malang, jadi bisa menerapkan bunga ringan. Juga daripada masyarakat meminjam pada rentenir dengan bunga mencekik," pungkasnya. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->