Gara-Gara Okerbaya Karyawan Minimarket di Malang Mendekam di Hotel Prodeo

Pil Koplo yang diamankan petugas (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Pil Koplo yang diamankan petugas (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

BATUTIMES - Yohanes Angga (24), karyawan sebuah minimarket ternama, warga asal Dusun Krajan, Desa Tlogosari, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang yang sehari-harinya kos di Jl Sempol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, harus menjadi penghuni baru hotel prodeo Polsek Blimbing.

Pasalnya, tak puas dengan penghasilan sebagai seorang karyawan minimarket, Yohanes memilih kerja sampingan sebagai reseller obat keras dan berbahaya (Okerbaya) jenis pil koplo. Yohanes terciduk anggota Polsek Blimbing, setelah profesi barunya sebagai pengedar pil koplo tercium oleh polisi.

Sebelum menangkap Yohanes, Polisi terlebih dulu mengamankan konsumen dari Yohanes, yakni RZ, warga Jl Balean Barat, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Saat itu, ia kedapatan petugas membawa barang bukti pil koplo sebanyak 35 butir.

Dari situ, RZ mengaku jika dirinya bukanlah sebagai pengedar, melainkan hanya sebagai pemakai. Kemudian dilakukan pengembangan terhadap penjual pil koplo kepada RZ. Pengakuan RZ mendapat pil koplo tersebut dari Yohannes seharga Rp 70 ribu.

Karena RZ hanya sebagai seorang pembeli, maka status RZ hanya sebagai saksi. Petugas kemudian lebih fokus kepada pengejaran terhadap Yohanes yang akhirnya bisa diamankan.

"Tersangka Y, diamankan di petugas di lokasi kerjanya, di kawasan Jl LA Sucipto, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Petugas juga menggeledah tempat kos Y, disana ditemukan 665 butir pil koplo," jelas Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander SIK, MH.

Tak berhenti di situ, petugas kembali melakukan pengembangan terhadap Yohanes. Dari keterangan Yohanes, kembali diperoleh satu nama, yakni Ari Agustian, warga Dusun Karangrejo, Desa Purworejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang atau Jl Muharto Gang V, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang.

Keterangan Yohanes, Ari Agustian merupakan pemasok barang kepada dirinya. Saat itu, Yohanes membeli barang dari Ari sekitar 2000 butir pil koplo dengan harga Rp 2 juta.

"Dari tangan A ini, diamankan sisa penjualan pil koplo tiga butir dan sebuah ponsel yang diduga digunakan sebagai sarana transaksi," paparnya

Akibat perbuatannya, kedua pelaku terancam pasal 197 atau pasal 196 UU RI No. 36 thn. 2009 tentang kesehatan dan terancam hukuman penjara selama 10 tahun.

 

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->