Jalur Wisata Koridor Tengah Malang Selatan Tertahan, Bina Marga Tetap Selesaikan Lahan yang Bisa Dibangun

Jalur jalan wisata koridor tengah Malang Selatan dimungkinkan kembali terganjal pembangunannya dikarenakan masih ada lahan warga yang belum selesai pembebasannya (Nana)
Jalur jalan wisata koridor tengah Malang Selatan dimungkinkan kembali terganjal pembangunannya dikarenakan masih ada lahan warga yang belum selesai pembebasannya (Nana)

BATUTIMES - Target penyelesaian pembangunan jalan di Srigonco, Bantur, sebagai jalur koridor tengah wisata Malang Selatan, tertahan. 

Dimungkinkan tidak bisa terselesaikan tahun 2019 seperti yang telah ditargetkan sejak awal tahun.

Tertahannya penyelesaian pembangunan jalan pariwisata menuju Malang Selatan ini dipicu belum terselesaikannya seluruh pembebasan lahan milik warga yang terkena pembangunan.

Dikarenakan, masih adanya pemilik lahan yang tidak berdomisili di lokasi pembangunan itu.

Sedianya, di sepanjang koridor tengah itu akan diperlebar jalan dan pemaprasan sebagian lokasi karena kondisi tikungan ekstrim. 

Pun berbagai penambahan trase jalan yang ada, sehingga akan membuat jalur yang terletak di Srigonco, lebih representatif,  aman dan nyaman dilalui kendaraan besar wisata dengan dua jalur.

Kondisi tertahannya penyelesaian jalur wisata di Srigonco ini dibenarkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, Romdhoni, melalui Kepala Bidang Pemeliharaan Suwiknyo, kepada MalangTIMES.

"Pembebasan lahan belum semuanya terselesaikan. Sehingga kita belum bisa menuntaskan pembangunan di jalur itu," ungkap Suwiknyo, Jumat (13/09/2019).

Tapi, tidak ingin menunggu seluruh jalur terselesaikan pembahasan lahannya, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang tetap melanjutkan kegiatan pembangunan di lokasi tersebut. 

Jalur jalan wisata koridor tengah Malang Selatan di sepanjang Srigonco, Bantur (Ist)

Walau hanya mampu melanjutkan sebagian pembangunan bahu jalan di Srigonco, Bantur.

Yakni di lokasi jalan yang sudah terselesaikan persoalan lahannya maupun di lahan yang dimiliki pemerintah Kabupaten Malang.

"Kita hanya bisa tangani itu. Khususnya di beberapa ruas yang merupakan bahu jalan saja. Lainnya belum karena masih terkendala masalah pembebasan," ujar Suwiknyo.

Seperti diketahui, rencana pembebasan lahan jalan sepanjang 3,6 kilometer (km) di Srigonco, Bantur, akan dibangun ulang. 

Dimana ruas jalan itu berada di Sta 3+700, 6+50, 7+500 sampai Sta 9+300 dalam peta jaringan jalan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang.

Sayangnya, walau telah dilakukan berbagai upaya untuk mempercepat pembangunan, sampai saat ini masih ada beberapa bidang lahan yang belum terselesaikan pembebasan lahannya. 

Khususnya lahan-lahan milik warga yang terkena rencana pembangunan jalan wisata di koridor tengah tersebut.

Hal ini pernah juga disampaikan oleh pihak Dinas Pertanahan Kabupaten Malang, beberapa bulan lalu. 

Dimana, Subur Hutagalung yang saat itu menjabat Kepala Dinas Pertanahan (kini telah pindah dan menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, red) menyatakan, sampai saat ini masih belum memegang secara keseluruhan bukti yuridis atas kepemilikan lahan yang bakal dibebaskan itu.

"Administrasi dokumen data yuridis tanah warga yang akan dibebaskan belum semuanya terkumpul. Dikarenakan banyak ahli waris atas lahan yang bakal dibebaskan itu, tidak berdomisili di Desa Srigonco," ucapnya waktu itu.

Hal inilah yang membuat harapan besar Pemkab Malang untuk menyediakan akses jalan wisata yang representatif di tahun ini terganjal.

Walaupun, berbagai pihak terus mengupayakan di tahun ini persoalan tersebut bisa diselesaikan.

Pewarta : Dede Nana
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->