Akhir Cerita Wisata Telek Bebek, Ribuan Bebek Diangkut Satpol PP

Satpol PP dibantu warga berusaha menghalau bebek untuk diangkut ke kandang lain milik Abu Talkhah (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Satpol PP dibantu warga berusaha menghalau bebek untuk diangkut ke kandang lain milik Abu Talkhah (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

BATUTIMES - Satpol PP akhirnya mengosongkan kandang bebek milik Abu Talkhah di Dusun Tanggul desa Tanggul Turus Kecamatan Besuki yang dipersoalkan oleh warga. 

Warga resah lantaran kandang yang berada di tengah pemukiman itu menimbulkan bau yang tidak sedap.

30 anggota Satpol PP dibantu oleh warga mengosongkan 2 kandang Abu Talkhah yang berjumlah sekitar 1.500 ekor bebek.

"Dari pada ada gesekan dengan masyarakat maka kita kosongkan dan pindahkan ke tempat yang baru," Ujar Kasatpol PP Tulungagung melalui Kasi Informasi dan Publikasi, Artista Nindya Putra, Jum'at (13/9/19).

Ribuan bebek ini dipindahkan ke kandang milik Abu Talkhah yang lain yang berada di Desa Tanggulkundung, Kecamatan Besuki.

Sebelumnya sudah pernah dilakukan mediasi antara warga dan pemilik kandang bebek. 

Namun mediasi berjalan alot dan pemilik kandang tetap menolak mengosongkan kandangnya.

Disinggung masalah NIB (nomor induk berusaha) yang dikantongi pemilik kandang bebek, Putra jelaskan jika NIB itu sudah dicabut, sehingga usaha peternakan milik Abu Talkhah dianggap ilegal.

"Itu NIB dari Dinas Perijinan sudah dicabut pada tanggal 6 September," ujarnya lebih lanjut.

Petugas sempat kesulitan membuka pintu kandang bebek itu. Alat pemotong hidrolis yang dipunyai Satpol PP juga tidak berdaya memotong gembok kandang.

Akhirnya pintu kandang dibuka paksa lantaran pemilik kandang menolak menandatangani surat pengosongan kandang.

Dengan disaksikan Muspika Kecamatan Besuki, ribuan bebek itu diangkut untuk dipindahkan.

Sementara itu dari Dinas Peternakan Tulungagung yang diwakili Kabid Usaha Peternakan, Mahmilupita Handayani mengatakan jika ijin Abu Talkhah tidak sesuai dengan usahanya.

NIB milik Abu Thalkah adalah mikro yang tidak perlu komitmen, padahal kalau dilihat dari nilainya melebihi 50 juta seharusnya tidak masuk dalam usaha mikro.

"Ada sekitar 1400 bebek, 1 ekor sekitar 80 ribu, jadi jumlahnya lebih dari 100 juta dan itu belum pakan dan lainya," ujar wanita yang akrab disapa Pipit itu.

Lantaran bukan usaha mikro, untuk mengurus ijin usahanya lagi, Abu Talkhah diharuskan untuk meminta persetujuan dari warga sekitar.

Sementara itu perwakilan warga sekitar kandang bebek, Robin menyambut gembira pengosongan kandang ini. 

"Kita sudah lama sekali menunggu pengosongan (kandang bebek) seperti ini," ujar pria gondrong tersebut.

Disinggung rencana Abu Talkhah  meminta persetujuan warga sekitar untuk ijin kandang neneknya, warga dengan kompak menolak.

"Tidak mengizinkan," tandasnya dengan tegas.

Pewarta : Joko Pramono
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->