Miris, Hendak Makan di Rumah Paman, Bocah 15 Tahun Justru Disambut Bacokan

Tersangka DS saat dimintai keterangan dihadapan penyidik UPPA Satreskrim Polres Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Tersangka DS saat dimintai keterangan dihadapan penyidik UPPA Satreskrim Polres Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

BATUTIMES - Meski masih tergolong bocah ingusan, DS (inisial) warga Dusun Ngelak, Kelurahan/Kecamatan Dampit ini sudah mahir melancarkan aksi pencurian. 

Terakhir bocah laki-laki 15 tahun itu, nekat mencuri ayam milik pamannya sendiri.

”Hari Rabu (11/9/2019) kemarin, saya mengambil ayam milik pak dhe (paman). Ada dua ayam yang saya curi dari kandang ayam miliknya,” kata DS saat dimintai keterangan oleh penyidik UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Malang, Jumat (13/9/2019) sore.

Diperoleh keterangan, aksi pencurian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. 

Setelah memastikan situasi aman, bocah belasan tahun itu langsung meringsek masuk ke dalam rumah pamannya yang kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya.

Setibanya di dalam rumah, DS seketika bergegas menuju ke kandang ayam milik pamannya tersebut. 

Setelah mendapatkan barang hasil curian, pelaku langsung bergegas kabur meninggalkan lokasi kejadian.

”Dua ekor ayam hasil curian saya jual ke Pasar Dampit, saat itu laku Rp 200 ribu. Uangnya saya gunakan untuk beli rokok, sisanya untuk beli makanan dan jajanan,” terang bocah yang kedua tangannya dipenuhi dengan tato tersebut.

Keesokan harinya, DS yang merasa lapar dan uang hasil penjualan ayam hasil curian sudah habis membuat remaja kelahiran 28 Februari 2004 ini, akhirnya kembali nekat menyatroni rumah pamannya, Kamis (12/9/2019).

”Waktu itu saya berniat untuk masuk lewat pintu depan, tapi dikunci. Akhirnya saya masuk ke dalam rumah paman melalui jendela,” sambung DS.

Namun, belum sempat mengambil makanan, pelaku sudah keburu dipergoki oleh pamannya.

Mengetahui aksinya telah ketahuan, DS langsung lari ke luar rumah melalui jendela.

Perlu diketahui, DS ini memang dikenal sebagai bocah yang sering meresahkan warga. 

Selain susah diatur, bocah yang hanya menimba ilmu hingga bangku kelas 5 SD (Sekolah Dasar) ini juga gemar mencuri.

Mungkin karena kesal, pamannya yang mengetahui jika DS hendak mencuri makanan dirumahnya, langsung mengejar pelaku sembari berteriak maling sambil menunjuk kearah DS.

Warga yang mendengar teriakan korban, langsung terpancing mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya. 

Tanpa dikomando, warga yang merasa geram langsung menghadiahi pelaku dengan pukulan dan tendangan. 

”Pas kabur saya diteriaki maling, warga yang tahu langsung menghajar saya. Bahkan, saya juga sempat hendak dibacok oleh pak dhe, untungnya hanya kena siku,” kata DS saat menjawab pertanyaan yang diajukan MalangTIMES.com.

Puas membuat perhitungan dengan DS, pelaku akhirnya diarak massa ke kantor Polsek Dampit.

Lantaran masih di bawah umur, kasus ini akhirnya dilimpahkan ke UPPA Satreskrim Polres Malang, Jumat (13/9/2019).

”Kasusnya masih dalam tahap penyidikan, terhadap tersangka kami jerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian,” kata Kanit UPPA Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.

Anggota polisi yang akrab disapa Yulistiana ini menambahkan, meski DS saat ini disangkakan dengan pasal 362 KUHP. 

Namun polisi tidak melakukan penahanan terhadap bocah yang masih berusia di bawah umur tersebut.

”Terhadap anak dibawah umur yang terjerat kasus hukum baru bisa dilakukan penahanan jika ancaman hukumannya diatas 7 tahun. Sedangkan kasus DS ini ancamannya hanya 5 tahun. Untuk sementara yang bersangkutan kami titipkan ke lembaga sosial anak, sebab kalau kami pulangkan kerumahnya kami khawatir kalau tersangka bakal kembali di hajar oleh warga,” tutup Yulistiana.

 

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->