Tahun Depan, Mendikbud Upayakan Guru Honorer Digaji UMR

Mendikbud, Muhadjir Effendy. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Mendikbud, Muhadjir Effendy. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

BATUTIMES - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy, kini tengah mengusahakan agar guru honorer menerima gaji UMR tahun depan (2020). 

Gaji tersebut akan dialokasikan dari Dana Alokasi Umum (DAU).

"Tahun depan saya akan berusaha keras bagaimana supaya guru honorer digaji dari DAU," ujarnya saat ditemui di Universitas Negeri Malang (UM) beberapa waktu yang lalu.

Dengan begitu, gaji guru honorer tidak lagi diambilkan dari dana BOS atau urunan dari wali siswa.

"Biar paling tidak cocok dengan UMR lah walaupun itu juga belum sejahtera amat tapi kita hargai jasa mereka," tandasnya.

Ia berharap usahanya ini berhasil sebab kondisi guru honorer saat ini jauh dari layak lantaran mendapat gaji hanya Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu saja.

"Di samping mereka dapat tunjangan hororer gaji dari DAU, mereka juga diberi kesempatan untuk ikut tes menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara)," imbuhnya.

Untuk menjadi ASN ini, guru honorer bisa melalui dua jalur, yakni PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

"Untuk guru honorer, dia boleh bersaing di PNS kalau berani. Kalau nggak berani bisa lewat jalur PPPK, terutama yang usianya sudah di atas 36 tahun. Dia tidak boleh ikut tes PNS hanya boleh ikut tes PPPK," jelasnya.

Muhadjir saat ini memang lebih fokus menyelesaikan permasalahan guru. 

Hal ini dikarenakan fokus pemerintah yang saat ini mulai beralih ke pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Nah yang paling mutlak adalah dimulai dari pembangunan guru dan ahli pendidikan tentu saja. Tidak mungkin kita mencerdaskan siswa kalau gurunya rendah kualitasnya," tegasnya.

Nah, untuk meningkatkan kualitas guru itu, tentu kesejahteraan guru harus terpenuhi.

"Karena itulah kenapa saya ngotot sekarang bagaimanapun guru honorer harus dibela," imbuhnya.

Muhadjir juga menegaskan, perhatiannya kepada guru honorer ini bukan dalam rangka kampanye.

"Yang sedang kita perhatikan guru. Dan ini sudah enggak pilpres. Jadi ini bukan kampanye. Ini betul-betul ingin menyelesaikan masalah. Sejak dulu saya katakan, saya bekerja bukan untuk kampanye. Ini betul-betul untuk menyelesaikan masalah pendidikan," pungkasnya.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->