Gubernur Khofifah Harap PLB SIER Beri Kemudahan Akses Produk bagi UKM dan IKM

Gubernur Khofifah ketika kunjungan ke PT SIER.
Gubernur Khofifah ketika kunjungan ke PT SIER.

BATUTIMES - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap keberadaan Pusat Logistik Berikat (PLB) yang berlokasi di kawasan Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) mampu memberikan kemudahan akses produk utamanya yang belum tersubtitusi bagi UKM (usaha kecil menengah) dan IKM (industri kecil menengah) di Jatim. 

Menurut Khofifah, hal tersebut selaras dengan apa yang diharapkan Presiden Joko Widodo. yakni menggenjot ekspor Indonesia dari sisi UKM dan IKM. Pelaku UKM dan IKM harus diberi kemudahan untuk memperoleh pasokan bahan baku maupun bahan pendukung produksi dengan memberikan fasilitas bebas bea masuk dan pajak Impor atas bahan baku yang berorientasi ekspor.

PLB sendiri adalah gudang multifungsi yang atas pemasukan barang impor belum dipungut bea masuk dan pajak impor. Selain itu, pemasukan barang impor PLB  belum diberlakukan ketentuan pembatasan impor. Semua kegiatan yang dapat dilakukan di gudang di luar negeri juga dapat dilakukan di PLB, termasuk pemeriksaan surveyor.

“Hari ini Jumat (13/9) barang pertama akan masuk ke PLB. Jadi, ini adalah salah satu bentuk upaya untuk memudahkan pelaku usaha. Karena itu.  saya ingin memastikan bahwa nanti dari Sucofindo dan SIER akan bisa mengomunikasikan kepada importer dan eksporter untuk memenuhi kebutuhan pelaku UKM dan IKM," ungkap Khofifah saat kunjungan ke PT SIER, Surabaya, Jumat (13/9).

Khofifah menjelaskan, saat ini kebutuhan bahan baku pelaku UKM dan IKM sebagian besar masih impor. Dicontohkan, di industri alas kaki, kebutuhan sol atau alas sepatu 100 persen masih impor. Produk-produk seperti inilah yang harus disubtitusi terlebih dahulu agar pergerakan UKM dan IKM di Jatim bisa lebih kompetitif dibandingkan tempat lain.

“Sebetulnya barang-barang atau kebutuhan apa saja yang dibutuhkan para pelaku UKM dan IKM tetapi belum tersubtitusi di dalam negeri dan masih harus impor kita ingin hal ini bisa terkoneksi lewat PLB,” tukas orang nomor satu di Jatim ini sembari mengimbuhkan bahwa dengan PLB akan bisa memangkas dwelling time dan mereka bisa mengambil barang dan membayar pajaknya di PLB.

Selain itu, Khofifah  melakukan peninjauan secara langsung instalasi pengolahan air limbah (IPAL) milik PT SIER. Pengolahan IPAL PT SIER pada titik akhirnya sebelum air dibuang ke sungai, ada kolam dimana ikan bisa hidup sehingga ketika air dialirkan ke sungai ikan-ikan dan habitat lainnya tetap bisa hidup. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas air hasil dari IPAL tersebut bagus.

“Kami berharap habitat-habitat sungai itu bisa dijaga. Kami sangat ingin menghindarkan kemungkinan pembuangan limbah yang belum diolah ke sungai,” ujarnya. 

Oleh sebab itu, Khofifah berharap PT. SIER bersedia menjadi "kakak asuh" bagi perusahaan-perusahaan yang terindikasi membuang limbah yang belum memenuhi baku mutu air ke sungai. Menurut dia, hal ini sangat penting dilakukan karena salah satu indeks indikator kinerja utama (IKU) pada RPJMD Pemprov Jatim yaitu tentang lingkungan hidup.

 

 

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->