Buka MKNU, Ketua Umum PBNU Ingin Kader NU Berwawasan Nasionalis Religius

Ketua  Umum PBNU KH Said Agil Siradj menabuh bedug untuk membuka MKNU.
Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj menabuh bedug untuk membuka MKNU.

BATUTIMES - Ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) mengikuti Madrasah Kader NU (MKNU) Jumat (13/9/19). Kegiatan ini untuk mengembleng kader NU menjadi lebih baik lagi dengan memiliki wawasan nasionalis dan religius.

Kegiatan ini dibuka langsung Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj. MKNU ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurut Taqwa, Cemoro, Desa Bapak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Peserta akan mengikuti kegiatan ini selama 3 hari ke depan.

"Ini program PBNU untuk menjalankan amanat muktamar Jombang, yaitu madrasah kader. NU harus nasionalis dan religius," kata KH Said Agil Siradj usai membuka acara.

Dia menambahkan, MKNU ini harus dijalani setiap kader NU. Sebab, keikutsertaan dalam MKNU ini menjadi salah satu syarat bagi kader NU yang ingin menjadi pengurus organisasi NU dari pusat hingga ke daerah.

"Maka salah satu syarat untuk jadi pengurus cabang, MWC, wilayah  maupun PBNU harus punya setingkat madrasah kader," tegas Said Agil.

Sementara itu, menurut Sekretaris Panitia MKNU Dedy Jumhardiyanto, peserta MKNU ini seluruhnya berjumlah 1.200 orang. Mereka berasal dari kader dan pengurus NU tingkat ranting dari seluruh Banyuwangi.

"Tujuan dari kegiatan ini untuk menyinergikan program-program yang ada di NU mulai dari PBNU, PWNU, PCNU, hingga ke tingkat pengurus ranting. Intinya itu saja," jelasnya.

Selama tiga hari menjalani MKNU, para kader NU ini akan dibekali  berbagai keilmuan dan wawasan kebangsaan. Mereka akan digembleng untuk menambah pengetahuan baik di bidang ke-NU-an maupun kebangsaan. "Nanti akan ada kelas-kelas tentang ke-NU-an, ahlusunnah waljamaah, kebangsaan," pungkasnya.

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->