Situs Petirtaan Sumberbeji Diekskavasi, Arkeolog Temukan Bangunan Dinding

Sejumlah petugas dari BPCB Jatim melakukan penggalian secara manual di situs petirtaan Sumberbeji, Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Sejumlah petugas dari BPCB Jatim melakukan penggalian secara manual di situs petirtaan Sumberbeji, Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

BATUTIMES - Situs petirtaan Sumberbeji, Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang mulai digali untuk menampakkan struktur utuh dari bangunan purbakala tersebut. Penggalian yang telah berjalan beberapa hari itu mulai nampak bangunan berupa tembok.

Kegiatan ini dilakukan oleh tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim dengan melibatkan 15 petugas, antara lain 2 arkeolog dan sisanya juru gali.

Kegiatan ekskavasi arkeologi ini dilakukan dengan cara menggali secara manual bagian situs yang tertutupi oleh lumpur. Pola penggalian mengikuti struktur bangunan situs yang sudah dipetakan sebelumnya saat dilakukan survei penyelamatan beberapa bulan lalu.

Arkeolog BPCB Jatim Nugroho Harjo Lukito mengatakan, kegiatan ini difokuskan untuk menampakkan struktur utuh dari bangunan situs petirtaan tersebut.

"10 hari ini kita targetnya menampakkan denah bagian atas, jadi bentuknya itu seperti apa struktur bangunannya itu. Dari tampak atasnya itu bisa kita ketahui bentuk bangunannya," terangnya saat diwawancarai di lokasi ekskavasi, (14/9).

Menurut Nugroho, bangunan petirtaan ini diperkirakan berbentuk persegi yang memiliki struktur utama di bagian tengah. Hingga saat ini, tim arkeolog baru menemukan struktur bangunan berupa dinding.

Struktur dinding yang ditemukan itu berorientasi utara- selatan sepanjang 8 meter, lebar 1,2 meter, dan tinggi 1,7 meter. Kemudian, juga ditemukan dinding berorientasi timur-barat sepanjang 10 meter, tinggi 1 meter, dengan ketebalan dinding 80 sentimeter.

Dua dinding yang ditemukan itu saling terhubung satu sama lain, sehingga membentuk sudut yang menyiku. "Hari ini kami berhasil menampakkan bagian sisi selatan pada bagian bangunan, sisi selatan itu adalah struktur pembagi pancuran. Dinding sisi utara juga sudah bisa kita tampakkan kurang lebih 8 meter," bebernya.

Selain denah utuh struktur petirtaan, tim arkeolog juga menargetkan untuk menampakkan dasar lantai dari struktur purbakala itu. Nugroho memprediksi, dasar lantai situs petirtaan ini mencapai 2 meter atau sama dengan kedalaman saluran air yang berada di sisi barat bangunan petirtaan.

"Perkiraan awal dasar lantai ini selevel dengan dasar saluran air utama, itu minimal," tandasnya.

Sementara, Nugroho menyebut, bangunan petirtaan yang tersusun dari bata merah kuno ini diyakini memiliki kemiripan bentuk dengan sejumlah petirtaan yang telah ditemukan di wilayah Jawa Timur. Seperti, Candi Tikus di Trowulan, Mojokerto, Petirtaan Dewi Sri di Magetan, dan Petirtaan Beji di Ponorogo.

Menurutnya, struktur di petirtaan Sumberbeji ini dinilai tidak mengalami kerusakan parah. Hanya 25 persen rusak di sisi bagian atas, sehingga sangat memungkinkan untuk dipugar seperti petirtaan yang sebelumnya pernah ditemukan di Jawa Timur.

"Artinya kalau ini dilakukan kajian teknis, studi teknis dari udara, itu masih memungkinkan dilakukan pemugaran," pungkasnya.(*)

 

Pewarta : Adi Rosul
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->