Tayangkan Bayangan Jokowi ala Pinokio, Tempo Disebut Ikut-ikutan Obor Rakyat

Layar tangkap @sahal_AS terkait kekecewaannya kepada Tempo (@sahal_AS)
Layar tangkap @sahal_AS terkait kekecewaannya kepada Tempo (@sahal_AS)

BATUTIMES - Mantan Direktur Freedom Institute Jakarta yang juga aktivis media sosial (medsos) Akhmad Sahal atau lebih dikenal Gus Sahal kembali melontarkan kritik nya kepada Tempo.

Kritik Gus Sahal itu terkait cover Tempo terbaru edisi tanggal 12-22 September 2019. Dalam cover majalah Tempo, sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi) digambarkan secara karikatural. Mata terpejam dengan mulut yang maju ke depan dari posisi samping.

 Tapi, bukan gambar itu yang membuat Gus Sahal mengkritik cover Tempo yang mengangkat isu KPK dengan headline Janji Tinggal Janji. Bayangan sosok Jokowi-lah yang disesalkan nya dalam cover tersebut. Di cover itu, digambarkan bayangan Jokowi, khususnya di bagian hidung, memanjang serupa Pinokio.

"Saya sangat kecewa dgn cover Tempo terbaru. Sah2 aja kalo @tempodotco bersikap keras thd @jokowi soal KPK. Tp mengkritik tak identik dgn melecehkan...Mosok sekelas Tempo ikut2an Obor Rakyat sih.." cuitnya di akun Twitter Gus Sahal, yaitu @sahaL_AS.

Gus Sahal pun mencantumkan cover Tempo dengan membandingkan gambar Jokowi dalam Tabloid Obor Rakyat yang sempat memicu kontroversi pada Pemilu 2014 lalu. Saat itu Obor Rakyat merilis laporan sampul berjudul "Capres Boneka". Ia membingkai Jokowi sebagai boneka yang harus menjalankan perintah PDI Perjuangan dan melayani kepentingan Megawati, ketua umum PDIP.

 Sebagian tulisan tabloid ini menuding Jokowi sebagai muslim yang menyimpang dan keturunan Tionghoa plus  gambar menohok yang membuat pemimpin redaksi Obor Rakyat dihukum penjara atas kasus pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap Jokowi pada Pilpres 2014. 

Bertolak dari kasus Obor Rakyat itu pula, Gus Sahal melayangkan kritiknya kepada Tempo yang disebutnya jatuh pada hal sama.  Cuitan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika Serikat ini pun banjir komentar warganet, baik yang pro maupun kontra.

 Tercatat lalu lintas percakapan terkait cuitan Gus Sahal atas Tempo mencapai 1,4 ribu, di-cuit ulang 1,3 ribu dan disukai 2,7 ribu.

 "Cover itu tdk melecehkan. Itu bentuk kritikan terhadap jokowi bahwa apa yg ia ucapkan, apa yg ia janjikan tak sesuai dgn kenyataan. Contoh cover demikian biasa dipakai majalah2 terkemuka dunia sbg bentuk sindiran. Biasa aja melihatnya. Pers sedang menjalankan fungsi kritiknya," cuit @amru_ms, tidak sepakat dengan aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) itu, Senin (16/09/2019).

Senada, @zanhamdani juga melontarkan pendapatnya. "Dia hanya Jokowi dipuja puji bak nabi yg bersih dari salah... Dan aneh, sekelas alumni, yg katanya dari Amerika, bisa baperan gitu liat cover media.." tulisnya.

Banyak warganet lain menyerang Gus Sahal terkait kekecewaannya kepada Tempo yang ditulisnya ikut-ikutan Obor Rakyat.

Tapi, ada juga warganet yang pro atas hal itu. Misalnya @panca66 yang berkicau: "Hajar bro. Nga benar ini. Tempo udah terpapar radikalisme. Kemungkinan ini ada ISIS atau HTI di belakang Tempo."

@Irfanjavanese juga menyampaikan cover Tempo hanya sebagai strategi pemasaran. "Sekarang majalah  TEMPO MANUAL mulai di tinggal peminatnya dan beralih ke MEDIA ONLIEN. Jadi maklumin aja TEMPO bikin cover kayak gitu. Karna ibarat DAGANGAN SUDAH MULAI DI TINGGAL PELANGGANNYA bikinlah TEMPO gebrakan agar di lirik PEMINAT. padahal sejatinya bunuh diri," cuitnya.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->