Setelah 2 Tahun Mangkrak, Pasar Wisata Sidomulyo Mulai Ditempati Pedagang

Lapak pedagang yang berjualan di Pasar Wisata Sidomulyo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Lapak pedagang yang berjualan di Pasar Wisata Sidomulyo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Sudah satu bulan lamanya 14 stan di Pasar Wisata Sidomulyo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu beroperasi, sejak 2 tahun mangkrak. Sayangnya di tengah fasilitas rolling door yang belum ada membuat beberapa barang dagangan pedagang raib. “Sudah satu bulan jualan di sini tempat baru ini tanpa ada rolling doornya. Ada barang yang hilang, teh saya beberapa hilang,” ungkap Pedagang Pasar Wisata Sidomulyo, Sri Purwaningsih.

Selama satu bulan itu, mereka yang sudah menempati stand di sana harus menempatkan dagangan mereka dengan hati-hati. Lantaran bedak mereka terbuka. “Barang-barangnya tetap ada di sini. Cuman ya gitu kita harus bisa menempatkan barang-barang dagangan ini aman, kalau gak aman penempatannya ya seperti kejadian yang hilang,” imbuhnya Senin (16/9/2019).

Meskipun sudah pindah selama satu bulan, keuntungan yang didapat itu pun tidak menentu. Sebab mereka mengandalkan bus-bus memuat wisatawan yang akan melakukan petik apel di sana. “Kalau hari biasa seperti ini ya sepi, tapi kalau waktu sabtu dan minggu begitu lumayan ramai juga. Cuman ya tidak begitu,” jelas Sri. 

Dengan terjadinya barang dagangannya yang hilang itu lanjut Sri, menginginkan agar Pemkot Batu dapat merealisasikan fasilitas rolling door dengan segara. Melihat psar wisata itu sudah berdiri sejak dua tahun yang lalu.

Sedangkan, fasilitas rolling door itu sudah dimasukkan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun 2019. “Untuk rolling door ini sudah kami masukkan di PAK. Dan PAK tahun ini sudah dok juga. Jadi, pasti akan dibangun akhir tahun ini,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu Eko Suhartono.

Ia menambahkan, alasan selama dua tahun pasar wisata itu mangkrak karena calon penjual di sana tidak ingin menempati pasar tersebut lantaran tidak ada rolling door.  Calon pedagang takut barang-barang jualan mereka akan hilang. “Awalnya memang desainnya itu tidak ada rolling door. Memang terbuka seperti sekarang. Kemudian calon pedagang sendiri yang minta supaya ada rolling door sehingga mereka tidak dapat berjualan selama dua tahun lamanya,” imbuh Eko.

Pada pembangunan tahun 2017 silam, Pasar Wisata Sidomulyo memang dibangun dengan desain terbuka. Kios yang dibangun sejumlah 30 unit memiliki ukuran lebar 3 meter dan panjang 3 meter.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->