Bayangan Pinokio Tempo Berekor Panjang, Lambe Turah: Seperti Buletin Mingguan Wadah Pegawai KPK

Cover Majalah Tempo yang terus berekor panjang (Ist)
Cover Majalah Tempo yang terus berekor panjang (Ist)

BATUTIMES - Polemik cover majalah Tempo dengan menampilkan gambar Presiden Jokowi dengan bayangan sosok identik Pinokio, tokoh karya Carlo Collodi, 130 tahun lalu, berekor panjang semakin panjang.

Bukan hanya para politisi, kalangan media, dan masyarakat yang merespon ramainya persoalan tersebut di tengah masih panasnya isu revisi UU KPK dan penetapan pimpinannya, maupun darurat asap. Tapi polemik pun memanas di dunia maya. 

Tagar terkait hal tersebut setiap hari saling selip, antara yang pro dan kontra. Salah satu akun medsos dengan pengikut 6,5 ribu yang menyebut namanya Lambe Turah @TurahNyinyir pun memberikan pernyataannya terkait bayangan Pinokio dalam cover Tempo.

Secara panjang @TurahNyinyir menyampaikan pendapatnya terkait Tempo yang merupakan referensi utamanya dalam melihat informasi dan berita. Bahkan dirinya menyatakan kekaguman atas kiprah Tempo selama ini, seperti tagline-nya enak dibaca dan perlu.

"Bagi saya TEMPO merupakan referensi utama saya dalam berita apapun. Kekaguman saya terhadap TEMPO tidak pernah berkurang meskipun jaman sudah berubah. Saat bukan hanya TEMPO yang berani bersuara keras, tapi tetap saja TEMPO menjadi pembeda. Pendek kata TEMPO bagi saya "enak dibaca dan perlu," cuit @TurahNyinyir.

Tapi, kekaguman Lambe Turah, hancur berkeping saat Tempo hadir dengan gambar sampul yang menurutnya terkesan menghina presiden Jokowi.
"Tapi saya mendadak mual dan kecewa melihat edisi terbaru dari Majalah TEMPO minggu ini. Dari gambar sampul yang terkesan menghina sampai isinya yang sangat memihak. 

Tiba-tiba saya melihat TEMPO seperti majalah murahan yang tidak mau bijak melihat persoalan," ungkapnya yang menyebut Tempo tak ubahnya seperti Buletin Mingguan Wadah Pegawai KPK.

"TEMPO tak ubahnya hanya seperti BULETIN Mingguan Wadah Pegawai KPK. Seolah jd polisi, jaksa & hakim. Dengan menuduh Presiden Jokowi berbohong tanpa secara seimbang mau memahami esensi sikap dan concern Presiden Jokowi," kicaunya lagi.

Cuitan Lambe Turah tersebut, yang di dunia nyata juga membuat Relawan Jokowi Mania mendatangi kantor Dewan Pers. Melalui Ketua Relawan Joman Immanuel Ebenezer, mereka mempermasalahkan konten berita Majalah Tempo. Menurutnya, isi berita seolah-olah menunjukkan Jokowi tak berpihak pada pemberantasan korupsi dan ingin melemahkan KPK.

Mereka pun menuntut pihak Tempo untuk menarik edisi tersebut, melakukan klarifikasi, dan meminta maaf.

Lambe Turah menegaskan pula, ilustrasi dalam karikatur  berhidung panjang laiknya Pinokio,  telah menuduh Presiden Jokowi seorang pembohong. "TEMPO tidak menyadari bahwa ada kepentingan sekelompok orang yang saat ini bergerombol manis di tubuh KPK yang ingin menguasai KPK untuk tujuan tertentu, dengan cara-cara 'playing victim' dan menjual isu pelemahan KPK," cuitnya yang juga memberikan penegasan bahwa, seharusnya Tempo mengakui tidak ada sebutir biji zarahpun Jokowi untuk melemahkan KPK.

"Kali ini saya kecewa berat dengan TEMPO karena secara murah menggadaikan etika jurnalistik dan kredibilitasnya untuk membela kepentingan sekelompok orang manja yang tidak mau kenyamanan dalam kerajaannya diusik. Akhirnya saya menyadari, TEMPO memang tidak seperti dulu lagi. TEMPO sudah tidak terlalu enak dibaca dan tidak perlu juga," pungkas kicauan @TurahNyinyir.

Ramainya polemik atas bayangan Pinokio, membuat Redaktur Eksekutif Majalah Tempo Setri Yasra, memberikan klarifikasinya. Dirinya menyampaikan, bahwa sampul Majalah Tempo edisi 16-22 September 2019 bukan menggambarkan Presiden Joko Widodo sebagai Pinokio. 

"Tempo tidak pernah menghina kepala negara sebagaimana dituduhkan. Tempo tidak menggambarkan Presiden sebagai pinokio. Yang tergambar adalah bayangan pinokio," ucap Setri, Senin, 16 September 2019, kemarin.

Setri juga menjelaskan, bahwa sampul Majalah Tempo dengan judul Janji Tinggal Janji itu merupakan metafora atas dinamika tersebut. "Ini tudingan sejumlah pegiat antikorupsi bahwa Presiden ingkar janji dalam penguatan KPK. Tempo juga telah memuat penjelasan  Presiden dalam bentuk wawancara," ujarnya.

Pernyataan Setri tersebut, terlihat jelas di medsos Twitter yang saat ini (Selasa, 17 September 2019) puncak trending topik Indonesia di posisi kedua terkait #PinokioIngkarJanji.

Tagar ini telah tembus mencapai 4,6 ribu cuitan menggeser #TempoKacungKPK dengan total tweet berkisar 4.200 cuitan hari kemarin.
@Calvin_Fxs menuliskan di tagar tersebut, "Selamat Pagi Indonesia. Selamat Pagi Rakyat Yang Terus menagih janji manis para pemangku jabatan negeri +62 ini.. Kapan ya pemimpin kita akan menepati janji janjinya," cuitnya.

Cuitan panjang Lambe Turah pun mendapat tanggapan @PartaiSocmed. "Terhadap rezim seperti Soeharto saja Tempo tak mundur apalagi Jokowi Mania. Maju terus Tempo! Kami juga pendukung Jokowi dan kami tak keberatan dengan cover majalah Tempo," cuitnya mendukung langkah Tempo terkait polemik tersebut.

Pewarta : Dede Nana
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->