Polisi Kejar Penjual Miras yang Renggut Tiga Nyawa di Malang

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander bersama Kabag Ops Kompol Sutantyo. (Anggara Sudiongko/MALANGTIMES)
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander bersama Kabag Ops Kompol Sutantyo. (Anggara Sudiongko/MALANGTIMES)

BATUTIMES - Polres Malang Kota masih melakukan penyelidikan terkait pesta miras (minuman keras) oplosan yang menewaskan tiga warga Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, pada Sabtu malam (14/9/2019) di kawasan Mojolangu.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander ketika dikonfrimasi membenarkan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan dan memerintahkan untuk melakukan olah TKP (tempat kejadian peristiwa). "Tim Polres Malang Kota masih dalam proses pendalaman dan olah TKP. Tim dari satreskoba, reskrim dan jajaran polsek juga sudah turun ke lapangan," ungkapnya.

Saat ini polisi juga tengah berupaya untuk mengejar orang yang diduga telah menjual miras tersebut. Selain itu,  polisi telah melakukan 
pemeriksaan di tiga lokasi yang ada kaitannya dengan kejadian tersebut.

"Tim kami sudah berjalan. Dan ini kejadian yang harus kami tuntaskan. Saat ini empat saksi telah kami periksa. Saksi sempat mengetahui jika mereka (warga yang menggelar pesta miras) berjalan ke arah lokasi kejadian," ujarnya.

Namun, pihak kepolisian sedikit mengalami kendala melakukan pendalaman. Sebab, saat ini, lokasi tempat pesta miras telah bersih karena akan digunakan untuk kegiatan.

"Barang bukti yang menonjol belum didapati. Hanya beberapa botol kosong. Untuk jumlah korban, sementara 3 tiga orang meninggal. Yang dirawat sembilan orang. Penyebab kematian para korban juga masih dalam penyelidikan dan koordinasi dengan tim dokter," kata kapolres.

Penjual miras nantinya bisa dikenakan pasal 204. Pada ayat pertama, dinyatakan barang siapa menjual, menawarkan, menyerahkan atau membagi-bagikan barang yang diketahuinya membahayakan nyawa atau kesehatan orang, sedangkan sifat berbahaya itu tidak diberitahukannya, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun

Sampai saat ini, masih belum ada perkembangan baru mengenai penyebab kematian tiga korban yang menenggak miras oplosan. Dugaan sementara, minuman yang diminum para korban telah dioplos dengan berbagai campuran sehingga menjadi lebih berbahaya. 

Dari informasi, sebelum meninggal dan sebelum dirawat, para korban mengeluh sakit dada, sesak napas, dan mengalami kebutaan mata. Sampai saat ini, sembilan korban masih dirawat di rumah sakit.

Seperti diberitakan,  pada Sabtu (14/9/2019) malam, terdapat 12 orang warga Mojolangu  yang akan bersiap mengikuti kegiatan bersih punden pada Minggu pagi (15/9/2019). Saat itu, sekitar pukul 23.00 WIB, 12 orang tersebut melakukan pesta miras. Salah satu warga membawa botol air mineral besar berisi sebuah cairan berwarna bening.

Setelah berpesta miras, keesokan harinya, belum terjadi hal-hal yang janggal. Namun pada hari berikutnya, Senin (16/9/2019), Agus -warga RT 3/09 berusia sekitar 30 tahun- meninggal. Kemudian Afrizal -warga RT 4/09  berusia sekitar 25 tahun- dan Warnu -warga RT 04 RW 9 berusia 78 tahun- meninggal Selasa (17/9/2019).

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->