Ribuan Santri Doakan dan Baca Puisi untuk Gus Lukman AL-Karim

Suasana saat  para ulama membacakan doa pada Haul Ke-2 almaghfurlah KH Gus Lukman Al-Karim di Ponpes Bahrul Magfiroh.  (Anggara Sudiongko/MalangTIMESG
Suasana saat para ulama membacakan doa pada Haul Ke-2 almaghfurlah KH Gus Lukman Al-Karim di Ponpes Bahrul Magfiroh. (Anggara Sudiongko/MalangTIMESG

BATUTIMES - Ribuan santri Pondok Pesantren Bahrul Magfiroh beserta para ulama dari berbagai daerah memadati aula Pondok Pesantren Bahrul Magfiroh, Merjosari, Kota Malang, Minggu (22/9/2019). Mereka hadir memperingati haul kedua mantan pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Magfiroh almaghfurlah KH Gus Lukman Al-Karim.

Dalam haul itu, tampak tercermin antusiasnya para santri yang datang hingga membuat aula Ponpes Bahrul Magfiroh tak mampu menampung para santri. Terpaksa panitia harus menggelar tikar maupun tenda hingga keluar aula untuk menampung santri yang datang.

Haul kedua almarhum KH Gus Lukman Al-Karim dimulai dengan pembacaan Yasin dan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil bersama-sama. Dalam pembacaan ayat-ayat suci Alquran tersebut, terpancar kekhusyukan para santri membacakan kalimat-kalimat doa untuk KH Gus Lukman Al-Karim.

 Haul tersebut juga diwarnai pembacaan puisi oleh salah seorang santri. Isinya begitu menggugah kerinduan mendalam terhadap sosok KH Lukman Al-Karim yang begitu baik terhadap semua orang tanpa memandang status sosial.

"Terima kasih guruku, yang telah mengajari dan mendidik kami dengan ilmumu," itulah penggalan puisi yang dibacakan salah satu santri.

Wali Kota Malang Sutiaji, yang memberikan sambutan mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Magfiroh, mengakui bahwa sosok KH Gus Lukman Al-Karim memang merupakan sosok  yang suka membantu.

"Gus Lukman orang yang suka menolong. Tidak memandang siapa pun itu. Semoga kita bisa meniru sifat-sifat beliau, mencontoh kerja keras dan keihklasan beliau," ungkapnya.

Sutiaji juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua orang yang selama ini telah mendukung Pondok Pesantren Bahrul Magfiroh untuk terus bisa berbenah dari segala hal menuju ke arah kebaikan. Sutiaji sendiri sempat bersedih dan tampak menangis mengenang sosok Gus Lukman Al-Karim yang kharismatik.

 Sementara itu, selain dari para santri dan ulama, haul kedua almagfurlah KH Gus Lukman Al-Karim juga turut dihadiri pejabat-pejabat pemerintah. Sebut saja, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Danrem 083 Bdj, dan kapolsek Lowokwaru.

 

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->