Suasana Tempo Doeloe Pasar Bring Rahardjo Hadir di Desa Junrejo Kota Batu

Berjajar-jajar stand menjajakan dagangannya kepada pengunjung yang datang di Pasar Bring Rahadjo, Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Minggu (22/9/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Berjajar-jajar stand menjajakan dagangannya kepada pengunjung yang datang di Pasar Bring Rahadjo, Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Minggu (22/9/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Diantara reimbunan rerimbunan tanaman pohon bamboo, semilir angin yang berhembus, dengan iringan alunan instrumen musik gamelan secara langsung, serasa mengantarkan setiap pengunjung untuk bisa kembali ke zaman dahulu.

Suasana inilah yang disajikan dalam kegiatan Pasar Bring Raaharjo di Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Minggu (22/9/2019).

Beragam stan makanan mulai dari makan berat hingga stan kletikan atau makanan ringan hadir di sana. 

Ditambah menunyamerupakan makanan tradisional yang biasanya dihidangkan leh penduduk lokal.

Seperti nasi empok atau nasi jagung, cenil, jamu, dan beragam menu tradisional lainnya.

Menyesuiakan dengan tempatnya, stand-stand yang berdiri pun terbuat bambu dan atapnya di tutup dengan menggunakan daun pisang yang kering.

Penggagas Pasar Bring Raharjo Rahmat Santoso mengatakan, pemberian nama Pasar Bring Raharjo itu memiliki arti Bring atau pring (bambu) dan Rahajo yakni kesejateraan. 

“Sehingga arti Bring Raharjo adalah Semoga bisa membawa keberkahan manfaat warga,” kata Rahmat.

Ia menjelaskan, memanfaatkan area lahan bambu ini karena ingin membawa kembali momen zaman dahulu untuk mengedukasi bagi anak-anak dan remaja saat ini. 

“Sekaligus untuk melestarikan alam yang kita miliki ini, belum tentu daerah lain juga punya,” imbuhnya.

Kegiatan ini pun banyak mengundang masyarakat luas, bagaimana tidak karena mereka rindu akan suasana tempo dulu. 

Apalagi konsep pasar rakyat, ini mengusung tiga potensi desa sekaligus, yakni edukasi, budaya dan alam.

Sementara itu Sekretaris Camat Junrejo Parman menambahkan, dengan hadrinya pasar tersebut bisa menjadi perputaran perekonomian warga sekitar. 

Bukan hanya itu saja, pemanfaatan lahan tersebut juga sebagai upaya konservasi, sebab di sana terdapat satu sumber yakni Sumber Tirto Mulyo.

“Setiap pengunjung yang datang kita minta agar menjaga lingkungan yang ada di sini. Dan tidak diperkenankan untuk membuat sampah sembarangan,” ungkap Parman.

Menurutnya ke depan agar Pasar Bring Raharjo tersebut terus berjalan dan menjadi salah satu destinasi yang bisa dikunjungi oleh wisatawan.

“Dengan demikian untuk mendukung visi Kota Batu Desa Berdaya Kota Berjaya,” harapnya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->