Usai Insiden, Dakwah NU di Tolikara Tetap Jalan Terus

SEMANGAT: KH Ahmad Sholihuddin (kiri) bersama pengurus PCNU dari Papua saat berada di Jombang untuk ikut Muktamar NU. (Foto: rjo/jombangtimes)
SEMANGAT: KH Ahmad Sholihuddin (kiri) bersama pengurus PCNU dari Papua saat berada di Jombang untuk ikut Muktamar NU. (Foto: rjo/jombangtimes)

MALANGTIMES - Usai insiden di Tolikara, tak membuat pengurus Nahdlatul Ulama (NU) setempat takut untuk melakukan aktivis dakwahnya. Pihaknya menilai insiden tersebut sudah berakhir, kedua belah pihak sudah berangkulan dan bersaudara. Kedepan, semua pihak akan merajut hubungan yang harmonis.

Hal itu disampaikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua kepada JATIMTIMES, saat ditemui khusus, di arena Muktamar ke -33 NU, di Alun-Alun, Kabupaten Jombang. Menurut KH Ahmad Solihuddin, disela-sela kegiatan sidang pleno pertama, ia banyak cerita.

Di Tolikara katanya, secara konkrit jumlah warga muslim yang berhaluan NU memang sangat sedikit dari total jumlah penduduk di Tolikara. "NU disana itu kecil, tidak ada pengaruhnya. Tapi anggota kami, tetap rutin melakukan aktivitas dakwah walau tidak secara terbuka," katanya, Senin (3/8/2015).

Bentuk dakwah yang tetap berjalan walau secara tertutup, seperti pengajian, rapat pengurus PCNU, maupun kegiatan keagamaan lainnya seperti taman membaca Al Quran untuk anak-anak di Tolikara. "Semuanya tertutup, seperti papan nama Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang biasanya dipasang didepan kantor, itu tidak kami lakukan. Semua ada pertimbangannya," jelas kiai Sholihuddin, yang juga menjabat Ketua MUI Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Tolikara ini.

Lebih lanjut kiai Sholihuddin menambahkan, pihaknya bersama pengurus NU lainnya bisa menginjakkan kaki di tanah kelahiran pendiri NU, KH Hasyim Asyari, sudah hal yang luar biasa. "Kami bisa datang ke tempat lahirnya NU, sudah hal yang langka dan luar biasa," puji kiai Sholihuddin.

Mengapa? Karena selama berada di Jombang dirinya akan berusaha mengambil pelajaran tentang berkehidupan yang berasaskan toleransi dan keanikaragaman dalam agama. "Kami manfaatkan waktu untuk banyak-banyak dialog dengan tokoh NU di Muktamar NU ini, mumpung sedang berada di rumahnya NU," katanya. (*)

Pewarta : Mardiansyah Triraharjo
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : Jatim TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->