Warga Jombang Dihebohkan Fenomena Asap Berbau Busuk Keluar dari Tanah

Gambar tangkapan layar video kondisi tanah yang keluarkan asap di Dusun Ngemplak, Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Jombang.
Gambar tangkapan layar video kondisi tanah yang keluarkan asap di Dusun Ngemplak, Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Jombang.

BATUTIMES - Warga Kabupaten Jombang dihebohkan fenomena langkah berupa asap yang keluar dari dalam tanah. Asap tersebut berbau menyengat hingga radius 50 meter.

Asap tersebut diketahui pertama oleh Ahmad Hanafi (50), warga Ngemplak, Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Jombang. Lokasi tanah keluar asap ini berada tepat di samping halaman depan rumah Hanafi. Tepat di atas tanah yang keluar asap itu, terdapat tiang listrik milik PLN.

Fenomena tanah keluar asap ini ditemukan Hanafi pada Senin (14/10) pagi. Sebelum ditemukan, Hanafi sempat mencium bau asap yang tidak sedap sejak dua hari terakhir. Bau tersebut juga dirasakan oleh para tetangga Hanafi.

Setelah dicari sumber bau tersebut, Hanafi menemukan tepat di depan rumahnya ada asap yang keluar dari tanah. Karena penasaran, ia pun menggalinya. "Sebelumnya bau asap itu menyengat. Lalu kita cari di sekeliling itu (lokasi temuan asap, red), dan ditemukan tanah keluar asap di situ," ungkapnya saat diwawancarai di lokasi, Senin (14/10) siang.

Pantauan wartawan di lokasi,  saat kembali digali oleh Hanafi, dari tanah memang terlihat keluar asap berwarna putih keabu-abuan. Asap tersebut terlihat seperti asap rokok.

Diungkapkan Hanafi, bau asap itu mirip dengan bau limbah tebu atau tetes tebu. Bau menyengat itu bisa tercium hingga radius 50 meter dari titik lokasi temuan asap. "Tanahnya panas. Kalau dipegang, nggak kuat. Panas seperti bara api. Bau asap juga bisa sampek 50 meter. Saya tadi dari kejauhan juga masih bau," kata Hanafi.

Sementara, Abdul Muiz (32) selaku pemilik lahan penasaran dengan kadar panas tanah yang keluar asap tersebut. Kadar panas itu dibuktikan oleh Muiz dengan menanam telur mentah di tanah yang keluar asap sedalam 30 sentimeter. Hasilnya, telur tersebut matang setelah dikubur selama 30 menit.

"Tanahnya panas sekali. Tadi kami coba dengan mengubur telur mentah selama setengah jam di lokasi. Selama 30 menit, ternyata telurnya matang," pungkasnya.

 

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->