Pasar Dinoyo Segera Terapkan e-Retribusi

Direktur Operasional Mall Dinoyo City, Jufri Naz saat menyosialisasikan e-Retribusi. (Foto: Yayak/MalangTIMES)
Direktur Operasional Mall Dinoyo City, Jufri Naz saat menyosialisasikan e-Retribusi. (Foto: Yayak/MalangTIMES)

BATUTIMES - Pedagang di Pasar Dinoyo kini akan lebih mudah melakukan pembayaran retribusi. Sebentar lagi, para pedagang akan menggunakan sistem e-retribusi. Rencananya penerapan e-retribusi sebagai proses pembayaran retribusi bagi pedagang di Pasar Dinoyo akan dilakukan secara bertahap.

Bertempat di kawasan Terminal Kopi Malang (TKM), Pasar Dinoyo lantai 2, sekitar 60 pedagang diberikan sosialisasi e-retribusi, Senin (14/10/2019).

Direktur Operasional Mall Dinoyo City, Jufri Naz menyatakan, e-retribusi diterapkan untuk mengikuti peraturan pemerintah. "Pemerintah kota kan sudah dari tahun 2018 memberlakukan e-retribusi di 22 pasar. Pasar Dinoyo ini belum. Walaupun ini dikelola swasta tapi ini kan juga merupakan bangunan pemerintah. Nah kita mengikuti spot itu. Jadi kita coba untuk melakukan e-retribusi," beber Jufri kepada MalangTIMES.com.

Dengan sistem e-retribusi ini, tentunya akan menciptakan tertib administrasi, menciptakan kepercayaan pedagang kepada pemerintah di bidang pelayanan, dan efisiensi pengelolaan retribusi pasar.

Kepada MalangTIMES Jufri menjelaskan, e-retribusi di Pasar Dinoyo nanti menggunakan aplikasi LinkAja. Di setiap kios terdapat teknologi QR Code untuk membantu proses absensinya. "Jadi nanti setiap kios itu punya QR Code yang ada identitas nomor kiosnya. Pedagang nanti tinggal tap di barcode itu sehingga bisa langsung membayar retribusi dengan nomor kios punya dia," jelas Jufri.

Nah, untuk pedagang yang tidak mempunyai smartphone, bisa menggunakan kartu Brizzi. Sementara prosesnya nanti akan dibantu oleh petugas. "Tapi pola-polanya tetap menggunakan LinkAja. Jadi nanti petugas yang akan scan di QR Codenya dia di kiosnya," terangnya.

Para pedagang yang mengikuti sosialisasi ini sendiri tidak kesulitan dengan sistem ini. Malah merasa dimudahkan. "Ini sangat mudah sebenarnya. Tadi kan langsung simulasi, langsung uji coba, semua pedagang coba. Malah yang antusias tadi dari pedagang tradisionalnya. Dia beberapa kali melakukan uji coba. Bagi mereka ini mudah," ungkap Jufri.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->