Investasi Lagi Bergairah, Ini Informasi 6 Wilayah Pengembangan Potensial Kabupaten Malang

Kepala DPMPTSP Kabupaten Malang Subur Hutagalang (Nana)
Kepala DPMPTSP Kabupaten Malang Subur Hutagalang (Nana)

BATUTIMES - Geliat investasi di Kabupaten Malang sedang meningkat di tahun 2019 ini. 

Berbagai pembangunan skala nasional terus tumbuh dan semakin membuka berbagai akses dan potensi investasi di Kabupaten Malang.

Seperti pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) Singosari, rencana Bandara Internasional Abdurachman Saleh, jalan tol Malang-Pandaan, serta berbagai rencana lanjutan lainnya.

Hal inilah yang membuat wilayah Kabupaten Malang menjadi incaran investor dalam dan luar negeri. 

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malang, Subur Hutagalang.

Dimana mantan Kepala Dinas Pertanahan ini menyatakan bahwa pihaknya terus mendukung berbagai pembangunan yang ada terkait sektor investasi.

"Tentunya kita terus mendukung terkait sektor investasi yang merupakan ranah kita. Apalagi dengan kondisi saat ini dimana berbagai wilayah telah terbuka lebar untuk para investor," kata Subur kepada MalangTimes, Selasa (15/10/2019).

Pernyataan Subur pun diperkuat sejak lama dengan adanya klasifikasi wilayah bagi kepentingan investasi. 

Dimana, DPMPTSP Kabupaten Malang memiliki data wilayah yang dibaginya menjadi 6 wilayah pengembangan (WP).

6 WP inilah yang bisa jadi rujukan utama para investor untuk memilih lokasi berusaha di Kabupaten Malang. 

Dimana, DPMPTSP Kabupaten Malang juga siap untuk memberikan kemudahan dalam memperkenalkan dan mengantar para investor di 6 WP.

"Kita memiliki data untuk itu, dan petugas kita siap untuk mengantar bila investor tertarik menanamkan investasinya di sana," ujarnya.

Dari data yang ada, 6 WP tersebut terbagi sesuai potensi yang ada sejak lama di wilayah itu sendiri.

WP 1 yang berada di lingkar kota Malang dan mencakup kecamatan Dau, Karangploso, Lawang, Singosari, Pakisaji, Wagir, Tajinan, Bululawang, dan Pakis. 

Memiliki potensi besar dalam sektor industri olahan makanan dan minuman (mamin) serta industri peternakan sapi. Dimana, untuk industri mamin mencapai 20 persen dan peternakan sapi perah 15 persen.

"Potensi itu bisa terus digali dan ditingkatkan. Selain industri di WP 1 juga ada sektor pariwisata berupa candi, pemandian, kerajinan dan lainnya," ujar Subur.

WP 2 Kepanjen tak kalah memikatnya dengan berbagai potensi yang ada. 

Khususnya di Kecamatan Kepanjen itu sendiri yang akan nantinya disulap menjadi pusat pemerintahan dan industri. 

Di WP 2 ini meliputi Kepanjen, Wonosari, Ngajum, Kromengan, Pagak, Kalipare, Sumberpucung, Donomulyo, Gondanglegi dan Pagelaran.

Industri mamin dan peternakan menjadi salah satu daya tarik di WP2 yang bisa jadi surga bagi para investor di bidang tersebut. 

Selain tentunya juga sektor pariwisata yang semakin tumbuh banyak di berbagai perdesaan di WP 2 ini.

WP 3 Ngantang (Ngantang, Pujon, Kasembon) dan WP 4 Tumpang (Tumpang, Poncokusumo, Wajak dan Jabung) merupakan wilayah subur dengan panorama alam eksotis. 

Karena itu dua WP ini pun banyak tumbuh industri agrobisnis, peternakan, mamin, dan tentunya industri pariwisata.

Untuk WP 5 Turen dan Dampit didominasi industri perkebunan dan juga pariwisata.

Sedangkan terakhir WP 6 di wilayah Sumbermanjing Wetan dengan industri perikanan, peternakan dan pariwisata pantainya.

6 WP inilah yang siap untuk terus dieksplorasi dan bisa jadi bahan bagi para investor untuk menanamkan investasinya di Kabupaten Malang.

"Dan kita siap untuk melayani para investor yang masuk sesuai dengan arahan bapak Bupati," pungkas Subur.

Pewarta : Dede Nana
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->