Waspada, Peredaan 74 Narkoba Jenis Baru, 80 Persen Diselundupkan Melalui Jalur Perairan

Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut (PM) Agus Musrichin serta Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Malang, Mohammad Choirul saat menyampaikan agenda rilis (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut (PM) Agus Musrichin serta Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Malang, Mohammad Choirul saat menyampaikan agenda rilis (Foto : Dokumen MalangTIMES)

BATUTIMES - Meski pemerintah dan berbagai instansi terkait sudah semakin kencang menabuh genderang perang terhadap peredaran narkoba. Nyatanya para bandar justru semakin cerdik saat menyelundupkan barang laknat tersebut ke berbagai pelosok dunia.

Bahkan, seiring berjalannya waktu BNN (Badan Narkotika Nasional) merilis ada sekitar 899 narkoba jenis baru, atau yang dikenal dengan istilah NPS (New Psychoactive Substances) sudah beredar di berbagai belahan dunia. Ratusan narkoba jenis baru itu diselundupkan melalui akses transportasi darat, laut, dan udara.

Dari nyaris 900 narkoba jenis baru tersebut, sebanyak 74 di antaranya teridentifikasi sudah beredar di wilayah Indonesia. ”Sekitar 80 persen narkoba yang beredar saat ini, diselundupkan oleh para bandar melalui jalur perairan. Sedangkan 20 persen sisanya, diselundupkan ke Indonesia melalui jalur darat dan udara,” terang Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Malang, Mohammad Choirul, Selasa (15/10/2019).

Diketahui, para bandar menyelundupkan barang laknat yang teridentifikasi sudah beredar melalui jalur darat, laut, dan udara ini, menggunakan akses transportasi yang ada di wilayah Jawa, Bali, NTT (Nusa Tenggara Timur), NTB (Nusa Tenggara Barat), hingga Sulawesi.

Choirul menambahkan, modus yang digunakan para pelaku bisnis narkoba ini terbilang sangat bervariatif. Mulai dari memanfaatkan fasilitas bagasi penumpang, body wrapping (disimpan dibadan seseorang dengan cara ditempelkan), pemalsuan dokumen barang, kontainer/kargo pelabuhan laut, kru kapal, pelabuhan darat, hingga memanfaatkan jasa pengiriman paket melalui jasa ekspedisi.

”Informasinya, kebanyakan narkoba jenis baru yang diselundupkan ke wilayah Indonesia berasal dari wilayah Cina. Modus yang digunakan untuk mengelabuhi petugas memang sangat bervariasi, bahkan ada yang sampai nekat memasukkan narkoba kedalam tubuh dengan cara menelannya,” jelas Choirul kepada MalangTIMES.com.

Di sisi lain, Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut (PM) Agus Musrichin mengaku sudah mensiagakan personel khusus guna mengantisipasi masuknya peredaran narkoba jenis baru tersebut. Mengingat wilayah Kabupaten Malang ini, memang memiliki banyak akses perairan (laut) yang memungkinkan bisa menjadi sarana masuknya peredaran narkoba ke wilayah Malang.

”Tidak hanya dari BNN Kabupaten Malang saja, berbagai elemen terkait mulai dari kepolisian hingga bea cukai juga turut dilibatkan dalam personel gabungan guna mengantisipasi peredaran narkoba masuk ke wilayah malang,” tegas Agus.

Terbukti, beberapa waktu lalu BNN Kabupaten Malang berhasil menggagalkan paketan berisi 2 kilogram ganja yang hendak diselundupkan ke wilayah Malang Raya. Saat itu, modus yang digunakan pelaku adalah menggunakan jasa pengiriman barang melalui jasa ekspedisi. Guna mengelabuhi petugas, sindikat peredaran ganja tingkat nasional ini mengemas ganja dengan cara menyimpannya disela tumpukan celana jeans.

”Sejauh ini Kabupaten Malang masih dalam tahap waspada. Sementara terpantau 74 narkoba jenis baru itu tidak ada yang beredar maupun diselundupkan dari wilayah Kabupaten Malang. Namun kami akan terus meningkatkan pengawasan, guna memerangi peredaran narkoba,” pungkasnya.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->