Hasil Muktamar ke-33 NU

Ini Kriteria Calon Rais Aam PBNU Versi Ahwa

Ini Kriteria Calon Rais Aam PBNU Versi Ahwa
Ini Kriteria Calon Rais Aam PBNU Versi Ahwa

MALANGTIMES - Menjadi Rais Aam Syuriah atau jabatan tertinggi di Nahdlatul Ulama (NU) tidak mudah dan bukan perkara yang gampang. Tak semua orang layak menjabat sebagai Rais Aam PBNU. Seseorang yang akan duduk di jabatan itu harus memenuhi kriteria yang sudah ditentukan.

Adapun kriteria untuk menduduki jabatan Rais Am Syuriah PBNU versi Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) itu adalah, seseorang yang faqih dan alim. Selain itu, harus memiliki sifat Munaddzim. Artinya, orang-orang yang mengerti tentang organisasi.

"Selanjutnya adalah Muharrik. seseorang yang memiliki kemampuan mendinamisasi, menjadi motor penggerak NU," jelas kiai Syafruddin, Katib Syuriyah PWNU Jatim saat mendampingi KH Miftahul Akhyar, Rais Syuriyah PWNU Jatim di Media Center Muktamar ke-33 NU, Jombang.

Tak cukup itu, kriteria calon Rais Am Syuriyah PBNU juga harus memiliki kharisma yang tinggi. Kriteria kelima atau yang terakhir adalah Mutawarrik. "Artinya, orang  tersebut memiliki sifat wira'i dimana jika seseorang sudah memilki sifat tersebut, apalagi yang haram, sesuatu yang subhat pun akan dihindari," katanya.

Oleh karena itu, di NU jabatan Rais Am PBNU adalah sebuah maqam yang hanya sedikit orang yang bisa menduduki jabatan tersebut. Mengenai kriteria Rais Am versi Ahwa itu, KH Miftahul Akhyar juga menambahkan jika jabatan tersebut hanya boleh diisi oleh orang-orang yang istiqomah.

"Saya menambahkan, wira'i itu tidak wira wiri. Istiqomah, tidak tolah toleh apalagi menjadi makelar," tegas kiai Miftah. (*)

Pewarta : Andi Hartik
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : Jatim TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->