Warga Oro-Oro Dowo Gelar Aksi Penolakan Revitalisasi Palsu Malabar

Demo Hutan Malabar. (foto: Dyah/malangtimes)
Demo Hutan Malabar. (foto: Dyah/malangtimes)

MALANGTIMES – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Hutan Kota Malabar kembali menggelar aksi simpatisan penolakan di sekitar Hutan Kota Malabar, Rabu (26/8/2015). Kali ini. Pemuda Oro-Oro Dowo pun turut serta dalam aksi yang diberi nama Penolakan Revitalisasi Palsu Malabar.

Aksi ini masih bertujuan sama dengan aksi sebelumnya. Yakni penolakan adanya pembangunan fasilitas sosial di hutan kota.
"Kami tidak akan menyetujui adanya pengalihanfungsi, karena pastinya akan mempengaruhi ekosistem dan sumberdaya alam di sekitar Oro-oro Dowo," kata Rizki Akbar, Ketua Pemuda Karang Taruna Oro-oro Dowo.

Selain itu, sejak dibangunnya Taman Kota Merbabu, warga Oro-Oro Dowo sering terkena banjir. "Resapan air kurang karena pengerasan tanah di Taman Merbabu. Kalau hutan kota nantinya dialih fungsikan banjirnya pasti akan semakin parah," ujarnya.

Oleh karena itu, warga Oro-oro Dowo yang diwakili pemuda karang taruna mendatangi Aliansi Masyarakat Peduli Hutan Kota untuk bersama-sama menyampaikan penolakan.

Rizki berharap, pengalihfungsian Hutan Kota Malabar ini dapat dihentikan karena dapat merusak dan merugikan banyak pihak. Tidak hanya warga Oro-oro Dowo tapi juga masyarakat Kota Malang pada umumnya.  (*)

Pewarta : Tristania Dyah
Editor : Hari Istiawan
Publisher : Rochmat Shobirin
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->