Problem Pekerja Rumahan Jawa Timur Dibahas di Malang

Suasana diskusi kelompok para pemimpin pekerja rumahan ‎se-Jawa Timur di Malang. (Foto: ferry/Malangtimes)
Suasana diskusi kelompok para pemimpin pekerja rumahan ‎se-Jawa Timur di Malang. (Foto: ferry/Malangtimes)

MALANGTIMES - Perempuan pekerja rumahan se-Jawa Timur berkumpul di Kota Malang untuk membahas kelangsungan hidup mereka. Selama dua hari, (15-16 September 2015) mereka akan mendiskusikan permasalahan dan solusi peningkatan kesejahteraannya.

Sejumlah 40 orang perwakilan dari 9 kabupaten/kota di Jawa Timur hadir dalam pertemuan, yaitu Jember, Probolinggo, Surabaya, Sidoarjo, Kota Batu, Kabupaten dan Kota Mojokerto, serta Kabupaten dan Kota Malang. "90 persen pekerja rumahan adalah perempuan," ujar Dardiri Dardak selaku wakil manajer program MAMPU (Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan), Selasa (15/9/2015).‎

Salah satu hal yang akan dibahas adalah rencana pengorganisasian buruh rumahan. "Perlu ada organisasi yang menyuarakan nasib para pekerja rumahan," ujar Dardiri kepada MALANGTIMES. Hasil pertemuan ini, lanjut Dardiri, akan dibentum organisasi yang menaungi pekerja rumahan di Jawa Timur.‎

Kegiatan bertajuk "Temu Pemimpin Pekerja Rumahan Jawa Timur" diselenggarakan oleh MWPRI (Mitra Wanita Pekerja Rumahan Indonesia) didukung oleh program MAMPU. Program ini merupakan kerjasama DFAT (Department of Foreign Affairs and Trade) Australian Aid dan BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional). (*)

Pewarta : Ferry Agusta Satrio
Editor : Hari Istiawan
Publisher : Rochmat Shobirin
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->