Saat Apel Batu Merosot

Berbisnis Jagung Manis Hasilnya Melangit

Budidaya Jagung Manis (Foto: alamtani.com)
Budidaya Jagung Manis (Foto: alamtani.com)

MALANGTIMES - Imam Wahyudi, merupakan salah satu petani di Desa Bumiaji yang terkena dampak dari merosotnya pertanian apel di Kota Batu beberapa tahun terakhir.

Sejak tahun 2010, Imam mengaku hasil pertanian apelnya berangsur menurun. Tak jarang, dari hasil pertaniannya dia tidak mendapatkan keuntungan, namun hanya balik modal dari hasil panen tersebut atau Break Event Point (BEP)

Dalam sekali panen,Imam mengaku mendapatkan Rp 5 juta dari hasil pertanian apelnya. Dan nilai itu masih belum untuk biaya perawatan. 

Banyak faktor menurutnya yang mempengaruhi merosotnya pertanian apel miliknya, baik akibat dari musim panas yang berkapanjangan dari pemanasan global, krisis yang mengakibatkan harga pestisida melonjak, juga umur dari pohon apel yang sudah minta di remajakan.

"Untuk meremajakan apel presentase untuk hidup itu 50 persen, dan kalaupun hidup butuh 5 tahun untuk bisa dipanen," ungkapnya kepada MALANGTIMES, Jumat (23/10/2015).

Sampai pada akhir tahun 2014, dia memutuskan untuk beralih fokus dari pertanian apel ke produksi camilan jagung manis yang Ia tekuni hingga saat ini, karena pertanian apel yang sudah tidak lagi menjanjikan.

"Modalnya hutang ke saudara buat beli mesin produksi, dibayar berangsur," ujarnya sambil merendah.

Pewarta : Agus Muhammad
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->