Inspirasi Muda

Desainnya Sering Dijiplak Online Shop

Produk Ara Scraf diperagakan oleh model.
Produk Ara Scraf diperagakan oleh model.

BATUTIMES - Menjadi pelopor pertama hijab bermotif monochrome, membuat Arma Rohmatul Ayu harus sering-sering mengelus dada. Pasalnya, foto hijab karyanya disalin lalu di upload di online shop lain oleh orang tak bertanggung jawab.

"Bahkan ada online shop yang semua foto unggahannya milik saya," kata Arma kesal.      

Menurutnya, jika ada online shop lain menjual motif yang sama seperti miliknya, tidak masalah. Hanya saja, ia berharap para penjual lain sportif dalam berdagang.  Artinya, tidak mencuri foto atau memberikan keterangan detail barang yang tidak sesuai dengan aslinya.

Kejadian tidak mengenakan itu masih sering dialaminya. Namun Arma tidak merasa tersaingi oleh banyak penjual hijab lain. "Ide bisa diplagiat, tapi rezeki tidak bisa ditiru. Sudah ada porsinya masing-masing," ujar perempuan kelahiran Januari 1994 ini.

Benar saja, walau banyak online shop lain yang menawarkan hijab motif sama, Ara scarf tetap diminati banyak orang. "Orang meniru motif. Tapi dari bahan, tekstur sampai serat hijab saya pilih khusus berbeda dari milik mereka," jelasnya. 

Prinsip seperti itu akhirnya mampu membuat Arma tetap bertahan dan malah  menjadikannya semakin kreatif membuat hijab. Arma pun tidak pernah marah-marah kepada admin yang mencuri foto jualannya. "Malah mereka yang marah-marah kalau saya tanya kenapa pakai foto saya. Akun instagram Ara Scarf juga diblock. Yaudah saya block balik," pungkasnya. (*)

Pewarta : Tristania Dyah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->