Demo Pengadaan Lahan RSUD

MCW Tuntut Dugaan Korupsi RSUD Diusut Tuntas

Malang Corruption Watch (MCW) bersama warga menggelar aksi demo  di depan kantor DPRD Kota Malang. (Foto: hamzah/malangtimes)
Malang Corruption Watch (MCW) bersama warga menggelar aksi demo  di depan kantor DPRD Kota Malang. (Foto: hamzah/malangtimes)

MALANGTIMES - Malang Corruption Watch (MCW) bersama warga, hari ini, melakukan aksi diam menuntut penuntasan kasus pengadaan lahan RSUD.

Bertempat di depan kantor DPRD Kota Malang, demonstran melakukan aksinya mengenakan topeng bergambar pejabat, dari foto Walikota Malang, Moch Anton, Ketua DPRD, Arif Wicaksono, hingga Mantan Walikota, Peni Suparto dan mantan Sekda M Shofwan yang dianggap terlibat.

Tak hanya itu, foto Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Hendrizal Husein dan mantan Kajari, Munasim juga terpampang.

Selain menuntut agar kasus pengadaan lahan RSUD mempunyai titik terang, demonstran juga mendesak DPRD membentuk pansus untuk menuntaskan kasus yang merugikan uang negara Rp 3,8 miliar ini.

"Kami ingin agar kasus ini segera dituntaskan, karena kerugian negara cukup besar," ungkap Korlap Aksi, Imam Buchori, beberapa menit lalu.

Kasus pengadaan lahan ini sudah terjadi sejak tahun 2012 lalu, dimana untuk pembangunan RSUD dibutuhkan lahan seluas 12.800 meter persegi.

Saat proses pengadaan lahan, diduga ada upaya mark up yang dilakukan beberapa pihak, sehingga terdapat kerugian negara sebesar Rp 3,8 miliar. 

Pewarta : M Nasrul Hamzah
Editor :
Publisher : Yatimul Ainun
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->