Mudik, Waspadalah di Empat Titik Rawan Kecelakaan di Malang!

Jalur Surabaya-Malang yang rawat kemacetan dan kecelakaan (foto : dok/JatimTIMES)
Jalur Surabaya-Malang yang rawat kemacetan dan kecelakaan (foto : dok/JatimTIMES)

MALANGTIMES – Bagi para pemudik yang melewati jalur Lawang-Singosari dan Malang-Blitar harus ekstra hati-hati.

Sebab, dua jalur ini sangat rawan kecelakaan saat mudik lebaran. Dari dua jalur itu terdapat empat titik paling rawan kecelakaan lalu lintas.

Di jalur Lawang-Singosari berada di Jalan Dokter Cipto Lawang (KM 70-71 Malang-Surabaya), dan Jalan Raya Songsong Singosari (KM75 – 76 Malang -Surabaya).

Sementara di ruas Malang-Blitar juga memiliki  dua titik rawan kecelakaan. Masing-masing di Jalan Raya Genengan Pakisaji (KM 97 - 98 Surabaya - Malang) dan di Jalan Raya Pepen (KM 101 - 102 Surabaya-Malang).

“Banyak faktor yang menyebabkan keempat titik itu rawan kecelakaan. Selain memang jalur padat kendaraan, kawasan itu juga banyak pengendara yang melakukan putar balik,” ujar Untung Sudarto, Sekretaris Dishubkominfo Kabupaten Malang, Senin (4/7/2016).

Karena itu, dia mengimbau kepada para pemudik agar menaati seluruh rambu-rambu dan aturan lalu lintas di jalan agar perjalanan lancar dan selamat sampai tujuan.

“Kami berharap para pengendara khususnya pengendara sepeda motor tidak berboncengan melebihi kapasitas apalagi membawa anak-anak,” tegasnya.

Imbauan lain, setiap pengendara wajib menyalakan lampu utama pada siang hari, dan mengenakan helm bagi pengemudi maupun penumpang.

Yang tak kalah penting, lanjut Untung, pengendara tidak boleh menempatkan barang melebihi lebar kemudi karena mengganngu keseimbangan kendaraan.

Sepeda motor wajib menggunakan jalur lambat, dianjurkan berangkat secara berkelompok dan jaga jarak aman dengan kecepatan maksimal 80 Km/jam.

”Kami tekankan ini khususnya kepada para pengendara sepeda motor, karena transportasi ini yang sering terlibat kecelakaan,” ujar Untung.

Hal ini penting karena setiap tahun arus mudik yang melewati jalur Malang-Surabaya atau sebaliknya memang sangat padat.

Lebih-lebih jika mendekati hari H lebaran atau beberapa hari setelah lebaran. Sebab, Malang Raya selalu menjadi tujuan wisata liburan lebaran.

Hal ini bisa dilihat misalnya H + 2 lebaran, semua objek wisata di Malang Raya khususnya di Kota Batu pasti selalu dipenuhi pengunjung.

Sarana penginapan seperti hotel, vila, guesthouse, maupun homestay selalu full booking.

Kondisi ini tentu harus diantisipasi karena arus lalu lintas yang menuju ke Malang atau sebaliknya akan bertambah berkali-kali lipat dari biasanya.

Pewarta : Mahfudz Ali
Editor : Heryanto
Publisher : Angga Lanuma
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->