Tren Tas Wanita Jadi Berkah Pedagang Pasar

Salah satu kios di Pasar Besar Kota Batu yang menjual tas wanita. (Foto: Muklas/BatuTIMES)
Salah satu kios di Pasar Besar Kota Batu yang menjual tas wanita. (Foto: Muklas/BatuTIMES)

KOTA BATU – Ada beribu cara wanita tampil mengesankan di depan publik. Salah satunya dengan menenteng tas sebagai aksesoris dan penunjang penampilan.

Tak soal apakah tas bermerek (branded) asli, berharga mahal atau sekadar tas yang dibeli di pasar tradisional. Yang penting punya banyak koleksi model yang up to date alias tidak ketinggalan tren.

Tentu saja, tas-tas di pasar tradisional juga meniru model-model terkini yang dikeluarkan Bonucci, Giorgio Armani, Chanel, Mont Bally, Ferragamo, LV, Prada atau bahkan model Hermes.

Setidaknya pemikiran itu ada di benak Lilik Purwati, warga Kelurahan Temas Kecamatan Batu yang ditemui BatuTIMES di area Pasar Besar Kota Batu.

Menurutnya, setiap ada acara pernikahan, pertemuan keluarga dan jalan-jalan, tidak lupa membawa tas.

Selain bisa menambah modis juga mengamankan perlengkapan make up. Seperti lipstik, bedak, cermin, tisu, dompet dan parfum. ”Dengan membawa tas, semua barang bisa aman," kata Lilik.

Membawa tas, lanjut ibu dua anak ini membuat dirinya semakin yakin dan percaya diri di tempat umum.

Meskipun diakui oleh Lilik, tas miliknya didapat dari pasar tradisional Kota Batu. Harganya terjangkau namun tidak ketinggalan mode alias tetap kekinian.

Ada juga Fitri Munawaroh, seorang remaja asal Kelurahan Sisir Kota Batu. Ia selalu setia dengan membawa tas model terbaru. Ketik ada model baru, ia wajib beli. Untuk itu, dia selalu menabung bila sewaktu -waktu ada tas baru di awal tahun.

”Tidak mau lah ketinggalan fashion. Rasanya jadi canggung kalau terlihat ketinggalan jaman," kata Fitri yang hobi mengoleksi tas ini.

Koleksi tasnya kini sudah ada delapan. Namun ia tetap ingin membeli tas baru.  Selain untuk menambah koleksi juga biasanya ia jual ke kerabat atau familinya. "Saya juga mau beli tas baru di 2017. Siapa tahu ada model yang lebih keren," harapnya.

Sementara itu, Usman Ali, salah seorang penjual tas di Pasar Batu mengakui kalau penjualan tas wanita sangat menguntungkan pada 2016.

Sebab sebagian besar kaum wanita lebih mengutamakan style daripada kaum laki-laki. Sehingga stok dagangannya didominasi tas wanita. Jumlah tas wanita lebih banyak dibanding tas sekolah dan tas ransel maupun tas kantor.

”Pada 2016 tas wanita paling laris. Sebab banyak model dan jenisnya," kata Usman.

Bapak dua anak ini menjelaskan tas wanita paling digandrungi. Sebab, di Kota Batu selain bertambahnya penduduk dari kalangan remaja, para wisatawan ternyata banyak yang melirik tas jualannya.

Penjualan tas wanita pun lebih cepat laku pada 2016. Ia membandingkan penjualan tas pada tahun 2015. Dalam satu minggu hanya sampai 10 tas. Namun, pada 2016 ia bisa menjual tas miliknya sampai 40 hingga 50 tas seminggu. "Selalu ada peningkatan.  Terutama tas wanita paling dominan, " kata Usman. (*)

Pewarta : Muklas
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->