Johan Budi Bagi Pengalaman Manajemen Komunikasi

Juru Bicara Presiden Republik Indonesia Johan Budi (kiri) dan Wali Kota Eddy Rumpoko (kanan) membahas manajemen komunikasi strategis. (Foto: Humas for BatuTIMES)
Juru Bicara Presiden Republik Indonesia Johan Budi (kiri) dan Wali Kota Eddy Rumpoko (kanan) membahas manajemen komunikasi strategis. (Foto: Humas for BatuTIMES)

KOTA BATU - Juru Bicara Presiden Republik Indonesia Johan Budi memberikan bekal manajemen komunikasi kepada para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Batu.

Mantan komisioner KPK ini berbagi ilmu dalam tajuk Manajemen Komunikasi Strategis, bertempat di lantai lima Balaikota Among Tani Kota Batu, Jumat (6/1/2017).

Johan mengatakan, untuk menghadapi media mainstream (cetak,eletronik,radio,online), ia memosisikan media sebagai mitra. Selain itu, pada bagian hubungan masyarakat atau public relation jangan sampai no comment.

"Ketika berhadapan dengan media jangan sampai tidak bisa jawab. Karena nanti media akan menginterpretasikan berita sesuai persepsi mereka. Karena itu ketika saya dihadapkan wartawan dengan pertanyaan bertubi-tubi, saya harus pakai otak kanan dan kiri," ungkap Johan.

Ia menceritakan strateginya bila menghadapi wartawan. Ketika Joahn tidak bisa menjawab pertanyaan, ia meminta kepada media untuk bersabar Ia meminta waktu mencari data dan jawaban.

"Jadi kalau materi jawaban belum siap, jangan berpura-pura sudah menguasai, bisa berbahaya. Usahakan jawaban kita harus dipikirkan matang-matang," imbuhnya.

Karena itu, baik humas maupun pejabat harus paham pekerjaan wartawan. Juga paham sifat atau sikap media. Lalu paham redaksional berita, paham stakeholder terkait serta menguasai bauran media komunikasi.

Untuk humas atau public relation (PR) juga diarankan menguasai media sosial. Yang perlu diingat, media sosial harus dilawan di media sosial juga. Tidak bisa melalaui media mainstream.

Sementara itu, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko menegaskan ilmu dan strategi yang diberikan Johan sangat bermanfaat.

Wali Kota yang akrab disapa ER ini mengakui bila dalam media sosial, ia tidak begitu aktif. Sehingga jika ada komentar buruk, ia tidak perduli. Karena yang ia pikirkan hanya tulus mengabdi kepada masyarakat.

"Saya hanya aktif di WhatsApp saja. Jadi kalau ada komentar buruk di media sosial lainnya, tidak jadi hambatan saya. Karena pekerjaan yang saya lakukan mengabdi dengan tulus untuk masyarakat," jelas politisi PDI Perjuangan ini. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->