Linda Tinggalkan Bayi 9 Bulan, Kinan Anak yang Imut

Linda (kanan) dan Kinan. (Foto: Muklas/BatuTIMES)
Linda (kanan) dan Kinan. (Foto: Muklas/BatuTIMES)

KOTA BATU - Duka mendalam menyelimuti Gang VI di Jalan Abdul Gani Bawah Kelurahan Ngaglik Kecamatan Batu Kota Batu.

Warga sekitar serta kerabat sedang berbelasungkawa atas meninggalnya Linda Amarta dan Kinan Arwinda Wardan. Ibu dan anak tersebut telah menjadi kenangan di tenggah-tenggah keluarga Suyut Setiawan (suami Linda) dan Isa Efendi ayah Linda.

Ibu-anak itu adalah korban kecelakaan truk rem blong yang terjadi di Jalan Suropati, depan Taman Makam Pahlawan Kota Batu, Senin (23/1/2017) siang.

"Dalam satu hari, anak dan cucu saya diambil oleh Yang Maha Kuasa. Nyawa bukan milik manusia," kata Efendi kepada BatuTIMES pada Senin (23/01/2017) malam mengawali cerita mengenang anak dan cucunya

Malam pun mulai larut. Efendi bersama sanak famili pada malam itu sedang menunggu kedatangan jenazah Kinan Arwinda Wardani.

Usai kejadian, Linda sempat dibawa ke RS Karsa Husada Kota Batu. Luka yang dialami Linda parah. Yakni luka pada bagian kepala, tangan kanan dan robek pada kaki kanannya.

Nyawa Linda tidak tertolong. Meski pihak rumah sakit sudah bekerja keras memberikan pertolongan dengan alat pacu jantung agar jantung berdetak kembali. Namun, jantung pasien berhenti. Pihak rumah sakit pun angkat tangan. Linda meninggal pukul 15.10.

"Saya dengar Linda terpelanting. Pikiran saya, ini pasti mati, " kata bapak yang dikarunia dua anak ini.  

Efendi tahu sendiri kecelakaan yang dialami putri dan cucunya itu. Pukul 14.00, ia keluar dari rumahnya hendak bermain badminton di GOR Ganesha, dekat Alun-alun Kota Batu.

Dari rumahnya, ia mengambil Jalan Abdul Gani Bawah belok kanan melewati pertigaan Suropati depan TMP. Saat di pertigaan, ia sempat melihat kecelakaan truk fuso yang dikemudikan Pujianto.

Baca : Ini Pengakuan Sopir Truk Rem Blong di TMP Kota Batu

Namun, dia tdak menduga dan baru menyadari kalau korban terlindas truk Fuso tersebut adalah anak dan cucunya, Linda dan Kinan. Ia baru tahu dari para tetangganya yang melihat langsung kecelakaan.

Ia pun bergegas ke rumah sakit. Efendi tidak bisa berbuat banyak. Ia sempat gemetar dan pikirannya campur aduk. Ia pun pasrah ketika dokter menyatakan Linda sudah tidak bernyawa.

Efendi mengisahkan, Linda termasuk anak yang patuh kepada kedua orangtua. Ia juga putri yang baik. Selain itu Linda sangat menghargai waktu.

Di mata Efendi, anaknya mengikuti jejaknya untuk menjadi panutan orang banyak dan berguna bagi masyarakat serta bangsa. Ibu dua anak tersebut juga dikenal di keluarga suka bekerja keras dan disiplin.

"Linda orangnya cekatan. Dan suka mengajari hal yang baik," kenang Efendi sambil sesekali mengusap air mata.

Meskipun sebagai guru honorer di SD Ngaglik 3, Linda juga mengajar di TK yang satu lingkungan dengan sekolah SD tersebut. Tiap berangkat bekerja Linda memakai Yamaha Mio dengan nopol N 6409 LI.

Linda punya dua anak. Yakni seorang anak laki-laki, Reisar Mahameru yang kini masih berumur 9 bulan. "Dia bekerja di dua tempat tersebut. Sebagai guru di TK dan di SD Ngaglik 03," lanjut Efendi.

Sementara itu, cucunya Kinan Arwinda Wardan sebagai cucu yang paling disayang dan dimanja oleh almarhum mbah putrinya, Harianah.

Itu karena Kinan adalah cucu pertama dari empat cucu yang lain. Selain itu, siswi kelas empat SD Ngaglik 01 ini penampilannya cukup mengemaskan dan imut.

Efendi mengisahkan, bila Mbah Putri pergi ke toko atau ke pasar, gadis yang baru menginjak umur sepuluh tahun ini pasti meminta sesuatu. Dan Mbah Putri selalu menuruti permintaan Kinan.

Misalnya membelikan baju. Bila ada baju yang bagus dan beragam warna, baik warna merah, kuning atau biru, pasti Mbah Putri membelikannya. Begitu juga bila ada sepatu baru dan berwarna menarik, pasti diboyong untuk Kinan.

"Mau sepatu warna merah, kuning dan biru. Pasti dibeli semua, " kenang Efendi.

Soal menghargai waktu dan disiplin, Kinan mewarisi dari ibunya. Seperti habis pulang dari sekolah, Kinan bergegas mengikuti les di sekitar tempat tinggalnya.

Sepulang dari les anak pertama dari dua bersaudara itu pun mengerjakan salat dan dilanjutkan mengaji.

Sehabis salat maghrib, aktivitas masih berlanjut mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Dan aktivitas tersebut dilakukan setiap hari. Sehingga membuat Kinan anak yang disiplin dan tidak menyia-nyiakan waktu luang.

Menurut Efendi, sehari sebelum kecelakaan, atau hari Minggu (22/01/2017) malam, Kinan sempat merayakan ulang tahun bersama famili di depan rumah. Ia terlihat bahagia sekali waktu itu.

Efendi mengaku setahun terakhir, semenjak Mbah Putri telah almarhum, Kinan juga sagat dekat dengannya. Ia paling menginggat dan terbayang wajah Kinan. Sebab tiap kali hendak berangkat ke sekolah, Kinan pasti salaman kepada Efendi.

"Tiap mau berangkat sekolah, Kinan pasti salaman dan mengucapkan Assalamualaikum, "ingat Efendi sambil membasuh wajahnya dan menundukan wajah. Pelupuk matanya pun kembali basah. (*)

Pewarta : Muklas
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->