Karnaval TK, Ragam Baju Adat hingga Kostum Shaun The Sheep

Salah satu kelompok peserta karnaval TK se-Kota Batu yang mengenakan kostum mirip tokoh di kartun Shaun the Sheep. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu kelompok peserta karnaval TK se-Kota Batu yang mengenakan kostum mirip tokoh di kartun Shaun the Sheep. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

KOTA BATU - Ratusan siswa-siswi dari 95 kelompok Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) turun ke jalan mengikuti karnaval, Kamis (10/8/2017).

Mereka memenuhi Jalan Panglima Sudirman Kota Batu semenjak pagi hingga siang. Anak-anak ini memulai karnaval dari depan Balaikota Among Tani.

Mereka lalu berjalan kurang lebih 500 meter. Kostum-kostum menarik dikenakan sesuai dengan tema 'Siap mendukung Keberagaman Budaya dan Daerah'.

Misalnya dari TK Cendekia, Dusun Klerek Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo. Siswa-siswi dan gurunya memakai baju adat dayak.

Ada juga grup yang mengenakan kostum baju lurik khas Jawa dengan perlengkapan caping dan membawa celurit dari kertas.

Sentuhan modern ala kartun juga ada. Mereka mengenakan kostum seperti domba (mirip film kartun Shaun the Sheep). Mereka berjalan sambil bermain angklung.

Meski saat itu matahari bersinar terik, anak-anak tetap semangat menari dan memainkan alat-alat yang mereka bawa. Tak ketinggalan, senyum ramah juga selalu tunjukkan, seperti instruksi para guru.

Haura Alawiyah Adam, peserta karnaval dari RA Darul Ulum mengatakan senang mengikuti karnaval sambil menggenakan baju adat Jawa Timur. Ia juga membawa bendera dan menari. Pengalaman itu semakin membuatnya senang.

"Enak bisa ikut karnaval pakai baju adat sama menari," ungkap Haura kepada BatuTIMES.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Mistin menjelaskan karnaval TK/RA ini sudah menjadi  agenda tahunan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Batu.

Sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia.

Pihaknya ingin mengenalkan anak pada budaya- budaya Indonesia melalui karnaval sesuai dengan tema yang diangkat.

"Karnaval ini sudah jadi agenda rutin ya, sambil merayakan HUT RI. Di sini juga untuk mengenalkan budaya Indonesia lewat baju adatnya," ungkap Mistin.

Sementara itu, Didik Mahmud, anggota Komisi C DPRD Kota Batu mengatakan bangga dengan kreativitas yang ditunjukkan masing-masing sekolah.

"Karnavalnya sudah bagus-bagus. Perlu disupport diberi anggaran. Supaya kualitas karnaval ini semakin  meningkat dan bagus," ujar politisi Golkar ini. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->