HUT ke-72 Republik Indonesia

Dewanti Jadi Srikandi, TNI dan Masyarakat Sulam Merah Putih

Dewanti Rumpoko berperan sebagai Srikandi dalam drama tari Srikandi Senopati. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Dewanti Rumpoko berperan sebagai Srikandi dalam drama tari Srikandi Senopati. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

KOTA BATU - Ikrar Srikandi Dewanti Rumpoko dalam drama tari Srikandi Senopati menjadi titik perhatian dalam rangkaian upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di Kota Batu, Kamis (17/8/2017).

Dewanti Rumpoko yang merupakan wali kota Kota Batu terpilih 2017-2022 mengucapkan janji setia demi kejayaan Kota Batu.

”Akulah Srikandi, akan kubaktikan seluruh jiwa ragaku dengan sepenuh hatiku demi kejayaan negeriku tercinta. Gemah ripah loh jinawi. Busur ini kutarik dan anak panah akan kuluncurkan sebagai tanda janji setiaku pada Kota Batu,” kata Dewanti Rumpoko saat menjadi tokoh utama Srikandi dalam drama tari Srikandi Senopati.

Drama tari Srikandi Senopati ini ditunjukkan usai upacara Peringatan Dirgahayu ke-72 Republik Indonesia di Stadion Gelora Brantas Kota Batu.

Sejumlah 1.200 pelajar Kota Batu turut menari mengiringi Dewanti turun ke tengah-tengah lapangan mengendarai kereta kencana.

Dewanti mengenakan baju kebaya warna merah dan memakai aksesoris mirip Srikandi dengan mahkota tinggi di kepala.

Khusus untuk aksesoris mahkota ini, rupanya cukup menggangunya. Karena tinggi, berat dan kurang pas di kepala, beberapa kali mahkota itu hampir jatuh.

Hal ini membuat Wali Kota Batu Eddy Rumpoko dan para undangan yang berada di atas tribun tertawa lepas.

"Aduh ini copot-copot terus," kata Dewanti sebelum membacakan puisi tersebut yang langsung disambut gemuruh tawa.

Usai membacakan puisi tersebut, ia meminta kepada masyarakat untuk bekerjasama demi kemajuan Kota Batu dan masyarakatnya. "Mari bekerjasama untuk kemajuan masyarakat dan Kota Batu," imbuhnya.

Drama tari Srikandi Senopati ini menceritakan tentang sosok Srikandi dalam perang Baratayudha. Dalam perang itu, Srikandi yang bisa mengalahkan Bisma, senopati agung bala tentara Kurawa.

Drama kolosal Menyulam Merah Putih

Winarto, sutradara drama kolosal, menjelaskan keterlibatan Dewanti Rumpoko dalam drama ini karena Kota Batu nantinya akan dipimpin oleh Dewanti, lima tahun ke depan.

"Kenapa yang jadi Srikandi Bu Dewanti, sesuai cerita karena lima tahun ke depan akan dipimpin oleh beliau," ungkap Winarto kepada BatuTIMES.

Usai drama tari Srikandi Senopati, dilanjutkan dengan drama kolosal Menyulam Merah Putih yang dimainkan oleh Kodim 0818, Linmas Kota Batu, alumnus bela negara Kota Batu, dan ormas se-Kota Batu. Melibatkan sedikitnya 130 orang.

Menyulam Merah Putih menceritakan sebuah gambaran Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bendera merah putih yang tercabik-cabik perlu diutuhkan kembali.

Bendera merah dan putih yang terbelah itu ukuran panjang 15 meter dan 6 meter. Ceritanya bendera ini langsung disulam dan menyatu.

Setelah itu salah seorang maju memberikan bendera merah putih kepada Eddy Rumpoko, Wali Kota Batu. (*)

 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->