Bangun Spirit, Anton Minta Jabatan Lurah Dipegang Putra Daerah

Walikota Malang, M Anton (Foto: Rully/malangtimes)
Walikota Malang, M Anton (Foto: Rully/malangtimes)

MALANGTIMES - Semangat Pemkot Malang meningkatkan kualitas layanan publik bukan isapan jempol. Ke depan, Walikota, Anton, membuat kebijakan yang mengatur persyaratan menjadi lurah.

Menurut hemat Anton, lurah selayaknya dijabat putra daerah, supaya memiliki spirit membangun wilayah sendiri dengan maksimal.   

Anton menjelaskan, karena lurah menjadi ujung tombak pemerintahan, maka jabatan itu harus dipegang orang yang memahami detil permasalahan dan karakter masyarakatnya. Selain itu, lurah memiliki tanggung jawab menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Pemkot.

“Jabatan lurah adalah amanah, dia harus merakyat. Jangan sampai ada warga tidak mengenali lurahnya, apalagi tidak hafal namanya, kalau yang menjadi lurah putra daerah pasti memiliki spirit untuk membangun wilayahnya,” tegasnya.

Anton menilai, lurah yang memiliki latar belakang putra daerah akan lebih kondusif memimpin, dan lebih mampu menyelesaikan permasalahan di wilayahnya dengan efektif.  

“Lurah itu bukan jabatan prestisius, tapi pengabdian, lurah harus mampu melayani warganya, mengurus  KTP, surat keterangan, dan urusan administrasi lainnya, tapi tidak menutup kemungkinan muncul konflik di wilayahnya. Kalau lurahnya putra daerah, pasti dapat segera menyelesaikannya, karena dia lebih paham karakter masyarakatnya,” imbuhnya.

Jika tidak memungkinkan adanya putra daerah yang memiliki peluang menjadi lurah, maka Anton mewajibkan setiap lurah berdomisili di wilayah kerjanya

Pewarta : Rully Novianto
Editor :
Publisher : Yatimul Ainun
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->