KUD Kota Batu Minta Pelajar Keracunan Susu Lakukan Tes Darah

Ketua KUD Batu Ismail Hasan meminta agar dilakukan tes darah kepada pelajar yang mengalami keluhan supaya hasil lebih akurat, Kamis (7/9/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Ketua KUD Batu Ismail Hasan meminta agar dilakukan tes darah kepada pelajar yang mengalami keluhan supaya hasil lebih akurat, Kamis (7/9/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - KUD Kota Batu meminta 20 pelajar di SDN Pandanrejo 01 Rabu (6/9/2017) yang diduga keracunan susu untuk melakukan tes darah. Tujuannya mengetahui penyebab pelajar mengalami keluhan mual-mual, pusing dan perut melilit.

Ketua KUD Batu Ismail Hasan menjelaskan kalau memang keracunan susu KUD Batu seharusnya sejumlah 204 pelajar yang di SDN Pandanrejo 01 juga terkena seluruh. Tetapi yang merasa gejala seperti mual-mual, pusing, dan perut melilit hanya 20 pelajar.

"Kalau memang karena susu seharusnya seluruh siswa yang minum terkena juga. Tapi ini kok hanya 20 pelajar saja," kata Ismail saat ditemui di kantornya.

Ia menduga keracunan itu bukan karena susu produk KUD Kota Batu. Karena itu, ia meminta agar dilakukan tes darah kepada pelajar yang mengalami keluhan usai minum susu.

"Bisa saja anak-anak keracunan makanan yang sebelum mereka meneguk susu. Tapi terasanya setelah minum susu bisa saja kan, bisa saja gak tawar sama susu," imbunya, Kamis (7/9/2017).

Menurutnya produk susu KUD Batu ini sudah sesuai dengan Standart Operational Procedur (SOP) yang ada. Model industri yang digunakan adalah healty food dan savety food.

Dua hal tersebut yang selalu dilakukan karena susu ini dikonsumsi orang banyak sehingga harus menggunakan SOP yang benar agar tidak merugikan konsumen.

"Proses susu kita sendiri mengikuti SOP gak main-main. Kita bukan indutri rumahan. Jadi mengikuti SOP betul-betul gak mau merugikan konsumen," jelas warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu ini.

Dalam kemasan susu produk KUD Kota Batu Nandhi Murni yang diminum oleh pelajar SDN Pandarejo 01 ini tertera tanggal kadaluarsa yakni 8 Agustus 2017. Sedangkan kemasan susu yang dijual dibeberapa toko di Kota Batu cukup panjang. 

Hal tersebut dikarenakan pihak sekolah tidak memiliki tempat seperti freezer untuk menjaga kondisi susu tanpa pengawet ini agar tetap dingin dan enak dikonsumsi sehingga KUD Kota Batu memberikan masa kadaluarsa lebih cepat supaya tidak terjadi resiko.

"Susu dikirim harus segera diminum disuhu  yang sudah ditetapkan. Mungkin di sana tidak punya freezer dibiarkan. Akhirnya seperti itu," katanya. 

Selain itu, ia tidak main-main terkait kualitas susu yang diberika kepada pelajar di Kota Batu. Dan produksi susu terbaru.

Sementara itu Manager KUD Batu Muhammad Andriyan Sembodo mengatakan pada hari Rabu pihak KUD Kota Batu jadwalnya mengirim susu di seluruh TK, SD dan SMP di Kecamatan Bumiaji sebanyak 8 ribu cup. Sedangkan untuk kecamatan Batu hari Selasa. Dan hari Jumat adalah kecamatan Junrejo.

"Kenapa hanya SDN Pandanrejo 01 saja, padahal kami mengirim di seluruh sekolah di Kecamatan Bumiaji," ungkapnya.

Ia menjelaskan terkait dengan masalah tersebut pihaknya setiap bulannya selalu ada evaluasi untuk meningkatkan kualitas produk.

Selain itu Pemkot Batu sudah melakukan pengiriman sample produk susu yang tertutup dan sudah diminum pelajar ke Laboraturium Kesehatan Daerah di Surabaya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->