Besok, Bupati Rendra Kresna Akan Berjuang Jadi yang Terbaik di Hadapan Mendagri

Kebijakan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna dalam melahirkan berbagai program inovatif telah mengantarkan Kabupaten Malang sebagai wilayah dengan inovasi yang selalu diperhitungkan Indonesia (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Kebijakan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna dalam melahirkan berbagai program inovatif telah mengantarkan Kabupaten Malang sebagai wilayah dengan inovasi yang selalu diperhitungkan Indonesia (Foto: Nana/ MalangTIMES)

Kembali, Kabupaten Malang masuk dalam nominasi Pemerintah Daerah Inovatif (Innovative Government Award/IGA) tahun 2017 dari Kementerian Dalam Negeri melalui program Contra War (Contraceptive for Women at Risk). Besok, Bupati Malang Dr H Rendra Kresna akan bersaing menuju yang terbaik.

Program Contra War besutan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) telah menempatkan pemerintah Kabupaten Malang sebagai nominator penerima IGA dari total 160 daerah yang mengikuti ajang tahunan Kemendagri ini. Baik tingkat provinsi, kabupaten dan kota yang ada di Indonesia.

Masuknya Pemerintah Kabupaten Malang sebagai nominator IGA 2017 tertuang dalam surat Kemendagri Nomor 080/2851/Litbang. Dimana, dalam surat tersebut Kabupaten Malang akan bersaing dengan 8 kepala daerah dari total 160 daerah yang disaring Kemendagri.

"Hari Jumat (27/10) Bapak Bupati diundang untuk mempresentasikan salah satu program inovasi  Kabupaten Malang di Jakarta," kata Budiar Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Malang, Kamis (26/10) kepada MalangTIMES.

Besok, Bupati Malang Dr H Rendra Kresna akan bersaing dengan Gubernur Jawa Barat, Bupati Boyolali, Bupati Pinrang, Wali Kota Yogyakarta, Wali Kota Tanggerang Selatan, Wali Kota Magelang dan Wali Kota Probolinggo. Dalam memperebutkan IGA 2017 yang dilaksanakan di Hotel Acacia, Jalan Kramat Jaya, Jakarta Pusat.

"Masuknya Kabupaten Malang dalam IGA tentunya tidak lepas dari peran Bapak Bupati dengan kebijakan-kebijakannya yang kreatif dan inovatif. Kebijakan yang juga disesuaikan dengan karakteristik, kemampuan serta kearifan lokal di Kabupaten Malang," lanjut Budiar.

Dia juga optimis bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Malang akan mampu menjadi juara dalam IGA 2017 tersebut. "Tentunya kita wajib optimis. Apalagi Contra War memang program yang sangat inovatif dan berfaedah sekali. Selain juga telah diakui oleh berbagai pihak sebagai program inovatif," terang Budiar.

Program Contra War yang diinisiasi oleh dr Hadi Puspita Kepala DPPKB yang dimulai sejak 2014 sampai sekarang ini sudah berhasil menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI)  hamil dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 40 persen. Dari prosentase 60 persen di tahun 2013 menjadi 20 persen di tahun 2017.

Berhasilnya Contra War tersebut menurut Hadi Puspita dikarenakan program ini berkonsep dasar pada dua hal. "Pertama One RW yaitu satu wilayah RW diamati oleh satu orang kader KB terlatih," kata dokter penyuka musik cadas ini.

Sedangkan konsep kedua adalah One Hi-Risk Acceptor. "Yaitu satu akseptor beresiko tinggi didampingi oleh satu kader terlatih. Dan dua konsep ini alhamdulillah telah berjalan baik di sini. Tentunya karena dukungan Bupati Malang dan seluruh masyarakat," lanjut Hadi Puspita.

Contra War dengan keberhasilannya tersebut telah diganjar berbagai penghargaan nasional.  Baik sebagai Top 99 dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tahun 2015. Serta 5 besar pelayanan publik terbaik dari Lembaga Administrasi Negara tahun 2015.

Maupun sebagai  21 program inovatif terbaik dari Telkomsel tahun 2016. Serta Penghargaan Anugerah Cipta Karya Kencana dari BKKBN pusat Tahun 2016. 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->