Enam Tahun Pasar Wisata Sepi, Pemkot Batu Akan Kaji Ulang

Batu Tourism Center di Jalan Kartini, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Batu Tourism Center di Jalan Kartini, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Pembangunan pasar wisata Batu Tourism Center (BTC) tidak sesuai harapan. Digadang-gadang jadi pusat lokasi belanja untuk warga Kota Batu dan pengunjung dari luar kota, gedung yang dibangun tahun 2011 itu nyatanya masih sepi pembeli. 

Malah, enam tahun berjalan, tersisa beberapa pedagang yang bertahan. Banyak pedagang lain yang pindah karena sepi.

Di BTC terdapat kurang lebih ada 80 kios. Namun saat ini tersisa belasan pedagang yang membuka lapaknya  sekitar pukul 5 sore. Sebagian dari mereka bisa bertahan karena mengandalkan para pelanggan. 

 "Memang sudah lama di sini sepi pengunjung. Saya bertahan di sini karena sudah punya pelanggan. Jadi, kami bisa bertahan karena itu," ujar salah satu pedagang.

Biasanya dia akan berjualan pukul 17.00 hingga 21.00. Hanya,  tidak banyak dari mereka yang buka hingga pukul 21.00,  

Menanggapi masih sepinya BTC, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Arief As Siddiq mengatakan, pasar tersebut masih aktif dan masih digunakan untuk pedagang. Pihaknya juga mengakui jika pasar itu memang sepi dan sedikit pengunjung. Karena itu, rencananya Arief akan melakukan kajian terkait pasar wisata tersebut.

“Akan dikaji kenapa kok sepi. Memang itu untuk PKL yang ada di Alun-Alun Batu. Untuk jumlah berapa pedagang di sana yang aktif,  masih belum ada datanya,” kata Arief saat dikonfirmasi.

Menurut dia, BTC itu nanti tetap akan dimanfaatkan untuk pedagang di Kota Batu. Apalagi lokasinya yang berdekatan dengan Alun-Alun Batu. Di lantai dua juga disediakan panggung yang biasanya digunakan untuk hiburan. 

Pasar itu tetap akan jadi pusat perbelanjaan. Apalagi,  mengatasi banyaknya PKL di alun-alun, keberadaan food court Ganesha hanya menampung sekitar 22 PKL.

 Ditanya apakah BTC ini akan kembali menampung PKL alun-alun, Arief mengatakan masih akan dianalisis dulu. Terlebih kondisi bangunan BTC ini juga masih bagus. Setiap bedak juga ukurannya besar, sekitar 4 x 5 meter.

“Pedagang pindahnya juga karena sepi. Makanya kami analisis terlebih dahulu bagaimana caranya agar pedagang ini bisa menempati lokasi ini dan ramai pengunjung,” tutupnya. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->