Jalan Panjang Mewujudkan Bandara Internasional di Kabupaten Malang, Dari Purboyo Sampai Abdulrachman Saleh

Bupati Malang Rendra Kresna bersama jajaran berpose dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Mabes TNI (Puspen TNI)
Bupati Malang Rendra Kresna bersama jajaran berpose dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Mabes TNI (Puspen TNI)

Memiliki bandar udara bertaraf internasional merupakan impian terbilang panjang bagi Pemerintahan Kabupaten Malang. Bahkan berbagai koordinasi lintas sektoral sampai berujung pada anggaran pembangunan pada Maret tahun 2016, red) lalu pun, telah diserahkan Gubernur Jawa Timur (Jatim) kepada Presiden Joko Widodo. 

Hasilnya,  rencana pembangunan bandar udara internasional Purboyo di Desa Srigonco,  Kecamatan Bantur,  dengan luas lahan minimal 600 hektar dan anggaran Rp 4 triliun ini,  gagal dilanjutkan. 

Meski demikian, harapan terwujudnya bandar udara internasional untuk mendukung geliat pariwisata yang semakin menguat. Terutama saat Bromo Tengger Semeru (BTS) jadi salah satu destinasi wisata nasional, upaya tersebut tidak langsung meredup dan mati. 

Setelah rencana Purboyo gagal,  pemerintahan di  bawah kepemimpinan Rendra Kresna kembali menengok ke bandar udara Abdulrachman Saleh di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis. 

Hal ini diperkuat dengan adanya rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari yang progresnya telah semakin terlihat untuk segera direalisasikan. 

Rendra Kresna menyampaikan,  untuk mengoneksikan potensi-potensi yang telah tumbuh di Kabupaten Malang,  serta adanya KEK Singosari dan BTS serta pembangunan jalan tol, keberadaan bandar udara internasional menjadi keniscayaan. 

Audiensi Bupati Malang Rendra Kresna dengan Panglima TNI dalam rencana pembangunan Bandara Internasional Abdulrachman Saleh (Puspen TNI)

"Bandar udara internasional akan melengkapi dan menguatkan berbagai pembangunan skala nasional di Kabupaten Malang. Keberadaannya tentu sangat penting,  sehingga seluruh potensi tersebut bisa termaksimalkan, " kata Rendra Kresna Bupati Malang. 

Harapan besar mewujudkan bandar udara internasional yang gagal di Purboyo, kembali ditanamkan di pangkalan milik TNI Angkatan Udara ini. Hal ini didasarkan pengembangan pembangunan pusat yang dilakukan di wilayah Kabupaten Malang difokuskan di wilayah yang secara geografis berdekatan dengan bandar udara Abdulrachman Saleh. Baik KEK Singosari,  jalan tol,  maupun akses masuk ke BTS khususnya dan Malang Raya pada umumnya. 

Karenanya,  kata Rendra,  pihaknya kembali mengusung rencana pembangunan bandar udara internasional kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan tentunya kepada Panglima TNI. 

"Status bandara Abdulrachman Saleh adalah pangkalan militer TNI AU. Karenanya kita melakukan audiensi dengan Panglima dalam upaya merealisasikan rencana tersebut," ujar Rendra. 

Dari hasil audiensi dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mendapatkan respon sangat menggembirakan. Rencana pembangunan bandara internasional di Abdulrachman Saleh disambut antusias oleh Hadi yang berasal dari Arema ini. 

Tomie Herawanto Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mengatakan, Panglima TNI sangat mendukung apa yang disampaikan oleh Bupati Malang. "Beliau sangat mendukung hal tersebut, " ujarnya. 

Hal ini selaras dengan yang disampaikan Hadi seperti  di rilis Puspen TNI yang menyatakan,  TNI pada prinsipnya mendukung rencana pemerintah Kabupaten Malang dalam hal peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat khususnya dalam bidang pariwisata,  melalui pembangunan bandara internasional.  

"Karena hal tersebut sejalan dengan program pemerintah pusat,” ujar Hadi. Panglima asal Arema ini melanjutkan,  pihaknya mengajak untuk bersama-sama melakukan kajian dan membuat perencanaan untuk disinkronisasikan. 

"Ini untuk menghasilkan kajian yang optimal, sehingga kepentingan TNI dan pemerintah daerah dapat terakomodasi dengan baik dalam rangka mewujudkan pembangunan ekonomi nasional,” ujar Hadi. 

Sinyal hijau telah menyala kembali. Baik dari pemerintah pusat,  Panglima TNI maupun berbagai pemangku kebijakan untuk memiliki bandara internasional di Kabupaten Malang. 

Semoga,  dengan adanya respon baik dan dukungan penuh tersebut, impian besar tersebut berjalan sesuai dengan ekspektasi yang telah lama diharapkan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Malang. 

Pewarta : Dede Nana
Editor : A Yahya
Publisher : debyawan erlansyah
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->