Tahun Ini Wali Kota Batu Wajibkan Desa-Kelurahan Punya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu

Salah satu TPST di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu TPST di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Minimnya tempat pembuangan sampah (TPS) di desa atau kelurahan di Kota Batu membuat prihatin Dewanti Rumpoko. Karena itu, wali kota Batu tersebut  tak memungkiri jika banyak warga yang masih membuat sampah di sungai.

Karena faktor itu, tahun 2018 ini Dewanti mewajibkan tiap desa atau kelurahan memiliki tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) 3R (reduce, reuse, recycle). 

Saat ini Kota Batu baru memiliki TPST tiga kelurahan/desa. Yakni di Kelurahan Dadaprejo, Kelurahan Temas, dan Desa Pandanrejo.

Ia pun menginginkan 21 desa dan kelurahan lainnya bisa memiliki TPST. “Saya minta sebelum dibuang di TPA (tempat pembuangan akhir), masuk ke TPST. TPST sangat membantu pengeolahan sampah,” kata Dewanti, Jumat (6/4/2018).

Dewanti menyarankan desa atau kelurahan bisa menggunakan tanah bengkok  pembangunan TPST. Harapannya, dengan memiliki TPST, akan berkurang jumlah sampah yang  masuk ke TPA. 

Fungsi TPST 3R adalah tempat untuk pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendaurulangan sebelum sampah dibuang di TPA. Jika sudah dilakukan pemilahan sesuai  kategori, seperti sampah plastik, barang tersebut busa dijual atau dijadikan bahan daur ulang. 

“Kalau ada TPST seperti ini, bisa menghasilkan uang. Selain dari pemilahan sampahnya, juga bisa dibuat pupuk,” imbuh politikus PDIP ini.

Selain itu, untuk memotivasi desa atau kelurahan membangun TPST, rencananya Pemkot Batu  akan menggelar lomba terkait hal tersebut. Salah satunya lomba  membuat hasil olahan  menarik dari barang yang  ada di TPST.

“Saya ingin setiap desa atau kelurahan berlomba membuat inovasi dari sampah TPST. Karena sampah juga bisa menjadi sesuatu yang berguna,” tandas ibu tiga anak ini.

Upaya yang dilakukan ini, selain untuk kesehatan masyarakat, tentunya sebagai kota wisata yang dikinjungi wisatawan, Kota Batu harus bersih dari sampah. "Karena itu, saya ingin TPST di desa atau kelurahan bisa terwujud di tahun ini," ucap Dewanti. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : debyawan erlansyah
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->