Kini Satu Desa di Kota Batu Miliki Pendamping Dana Desa

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Arif Purwanto. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Arif Purwanto. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Beragam upaya dilakukan Pemkot Batu agar anggaran dana desa (DD) terserap dengan maksimal. Terbaru, sekarang 19 desa yang menerima DD memiliki pendamping untuk mengatasi kendala dalam penggunaannya.

“Akhirnya saat ini satu desa memiliki satu pendamping. Kalau dulu kan satu pendamping untuk 19 desa. Ini akan sangat membantu agar DD terserap anggarannya dengan maksimal,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu Arif Purwanto.

Ia menambahkan, adanya pendamping untuk masing-masing desa bertujuan agar anggaran DD bisa terserap maksimal. Dengan demikian, pihak desa tidak perlu khawatir untuk mengatasi hal tersebut. “Melihat memang sebelumnya karena pendamping hanya satu untuk 19 desa segingga tidak maksimal penyerapan anggarannya,” ungkap Arif.

Selain itu, hingga saat ini proses DD dalam tahap penyelesaian laporan pencairan DD tahap pertama. Dari 19 desa yang menerima DD, baru 9 desa yang sudah menyelesaikan DD tahap pertama. 

Lalu sisanya, yakni 10 desa, belum menyelesaikan laporan penggunaan DD tahap pertama. Antara lain Desa Pesanggrahan, Oro-Oro Ombo, Junrejo, Tulungrejo, Bumiaji, Bulukerto, Sumber Brantas,  Giripurno, dan Desa Pandanrejo.

Menurut Arif, perkembangan penggunaan DD ini sudah terlihat cukup bagus. Lalu setiap pendamping desa sudah mengetahui permasalahan setiap desa sehingga bisa diatasi. “Saat ini bisa dikatakan cukup bagus. Sudah tahu titik-titik permasalahannya di mana,” ujar Arif. 

Anggaran DD tahun 2018 ini adalah Rp 21,3 niliar. Rinciannya, di Kecamatan Bumiaji untuk 9 desa. Antara lain Desa Punten Rp 858 juta, Gunungsari Rp 1,4 miliar, Tulungrejo Rp 1,3 miliar, Sumbergondo Rp 1 miliar, Pandanrejo Rp 1 miliar, Desa Bumiaji Rp 1 miliar, Giripurno Rp 1,6 miliar, Bulukerto Rp 1,1 miliar, Sumber Brantas Rp 1 miliar. 

Lalu di Kecamatan Batu, Desa Sumberejo Rp 926 juta, Oro-Oro Ombo Rp 1,3 miliar, Sidomulyo Rp 1 miliar, dan Desa Pesanggrahan Rp 1,1 miliar.

Di Kecamatan Junrejo, Desa Beji menerima Rp 977 juta, Desa Junrejo Rp 1,1 miliar, Tlekung Rp 931 juta, Mojorejo Rp 890 juta, Pendem Rp 1,1 miliar, Torongrejo Rp 1 miliar. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->